
MENGAPA ALEX ENA?
Hari-hari ini rakyat Indonesia, tidak terkecuali rakyat di Nusa Tenggara Timur (NTT) sedang menyiapkan diri untuk mengikuti Pemilihan Legislatif dan dan Eksekutif pada Februari dan Oktober 2024 mendatang.
Ijinkan Saya membuat tulisan ini, bagaimana mencari wakil rakyat dari NTT untuk duduk di Senayan.
Kita tahu bersama bahwa NTT merupakan salah satu Provinsi yang mana masih memiliki banyak daerah (kabupaten) tertinggal yang memiliki berbagai keterbatasan, baik dari segi perekonomian masyarakat, sumberdaya manusia, sarana dan prasarana; kemampuan keuangan daerah; aksesibilitas; dan karakteristik daerah dengan indikator persentase desa rentan bencana, sudah semestinya mendapat perhatian lebih dari pemerintah.
Hal ini disampaikan oleh, Fredrik Abla Kande, lewat WA Group Alex Ena, Sabtu (27/05/2023)
Lanjut Fredrik Abla Kande, Namun apa mau dikata, sejauh ini untuk hal-hal yang berhubungan dengan pelayanan dasar saja, seperti pendidikan, kesehatan, perumahan, ketertiban umum, dan masalah sosial kondisi di secara umum masih belum baik.
Ujarnya lagi, Apalagi dengan kondisi geografis dan topografis NTT yang sulit merupakan tantangan tersendiri dalam pembangunan infrastruktur ekonomi, seperti jalan, jembatan, pelabuhan, tambatan perahu, juga infrastruktur sosial seperti sekolah, universitas, rumah sakit, puskesmas, dan lain-lain tidak cukup dibangun hanya dengan anggaran kabupaten atau provinsi, oleh karena kemampuan keuangan daerah yang sangat terbatas. Itulah sebabnya perlu ditopang oleh anggaran pusat. Namun dalam kenyataan anggaran pusat untuk kabupaten-kabupaten di NTT selama ini masih belum merata.
Sekian lama sejak Provinsi NTT punya wakil di pusat, namun harus diakui bahwa perjuangan mereka boleh dikatakan belum maksimal terutama dalam memperjuangkan anggaran melalui Dana Alokasi Khusus (DAK), sehingga jumlah DAK yang diperoleh setiap tahun masih belum merata. Jumlah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) di masing-masing kabupaten, ternyata masih bergantung sepenuhnya dari transfer dana pusat. Itu pun jumlahnya masih sangat kecil.
Di pihak lain apa yang bisa kita harapkan dari wakil rakyat di DPR RI selama ini yang datang 5 tahun sekali, ternyata masih “jauh panggang dari api”, tidak banyak memperjuangkan kepentingan daerah. Sebagian di antara terjerat dengan kasus-kasus korupsi.
Di beberapa kesempatan, Alex Ena pernah berbicara tentang kaderisasi, di mana Ia bercita-cita agar jika TUHAN berkenan dan dia terpilih, ia akan berada di Jakarta paling lama 2 periode, sambil menyiapkan kader-kader untuk duduk di Senayan.
Ini pikiran visioner seorang Alex Ena, sangat baik bagi tercipta regenerasi kader NTT di Senayan. Prinsip berpikir yang demikian hanya lahir dari mereka yang yang memang terlatih dan menyiapkan diri menjadi pemimpin. Tentu yang terpenting adalah bagaimana mendorong agar terjadi akselerasi pembangunan sehingga pada gilirannya banyak kabupaten di Provinsi NTT segera keluar dari status daerah tertinggal dan masuk dalam kategori daerah berkembang, bahkan daerah mandiri.
Atas dasar pemikiran inilah maka menurut Saya pilihan paling masuk akal saat ini bagi masyarakat NTT, khusus Dapil 2 untuk Calon DPR RI adalah, Alex Ena.
Seorang Alex Ena telah menyiapkan diri sebagai seorang kader terbaik mulai dari bawah. Sejak menjadi mahasiswa dan pemuda telah banyak belajar tentang kepemimpinan bahkan menjadi pemimpin.
Baginya, “belajar organisasi dan kepemimpinan bukan untuk menghabiskan waktu di masa-masa studi, akan tetapi untuk menciptakan dinamika di hari esok”, kata Alex. Ketika menjadi dosen di UKAW Kupang, di Bidang Gereja, dan menjadi Pengurus Partai Golkar NTT, dari tangan Alex telah lahir banyak kader dan pemimpin muda. Alex saat menjadi dosen, ia bukan tipe seorang dosen tukang, ia adalah seorang dosen yang darinya banyak ide-ide kreatif muncul, dosen yang berjiwa aktivis itu sangat menyukai tantangan, ia ibarat seorang petani yang tidak datang ke ladang hanya untuk memanen saja. Ia punya idealisme untuk mendorong ide dari bawah, lalu mendelivernya ke atas, meyakinkannya, melobi, dan bila perlu berdebat hanya semata-untuk sebuah terobosan yang lebih baik.
Sebetulnya kita membutuhkan figur dengan karakter yang demikian untuk berada di Senayan. Pergaulannnya yang luas menembus batas-batas primordial dan profesi itu pula yang menghantarnya menjadi anggota DPRD NTT dan Ketua Fraksi Partai NasDem dari Daerah Pemilihan Kota Kupang, Rote Ndao dan Sabu Raijua periode 2014-2019. Kini ia sedang hadir di tengah-tengah kita untuk kepentingan dan perjuangan yang lebih besar, bagi masyarakat NTT dari Partai PERINDO dan demi sebuah harga diri masyarakat NTT. Momentum telah hadir bagi kita. (by Fredrik Abia Kande) ****(Wili)
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.