
Tambolaka- Kota – Tiga sosok pemimpin Hangat dalam Diskusi tentang pola pikir dan pola hidup Masyarakat Sumba tersebut,ketiga Tokoh tersebut yakni; Drs. Hugo R. Kalembu, MSI, mantan ketua DPRD kabupaten Sumba barat,Drs. Ndara Tanggu Kaha, mantan wakil bupati Sumba barat daya, Drs. Antonius Umbu Sasa, Mantan Sekda, kabupaten Sumba barat daya. Bertepatan saat melayat pada waktu yang sama dirumah duka, Atas meninggal nya Bapa almarhum P.L.Tanggu,pada beberapa hari yang Lalu.
Hal ini disampaikan oleh Mantan Sekda, Drs. Antonius Umbu Sasa ,saat media konfirmasi lewat telphon selulernya (26/8/2022)
Adapun hal-hal yang di ceritera kan saat itu, tentang Setuasi dan kondisi masyarakat Sumba barat daya, khususnya dan masyarakat Indonesia seluruh nya. Dimana Saat itu, Drs. Hugo R. Kalembu,M.Si, mengangkat bicara,bahwa masyarakat kita mampu merubah maizet,harus merobah pola pikir dan pola tindak dalam diri masyarakat itu sendiri.
Lanjutnya, Merubah pola pikir dan pola tindak, seperti, hidup boros,pesta yang berkelebihan, potong hewan korban yg berkelebihan karena menjaga status dan harga diri, selain itu, hidup kedde dari pesta ke pesta,terlepas itu semuanya,tingkat pendidikan masyarakat masih dibawah standar dan lepaskan curi,main judi,taji ayam dengan pakai uang,itu Kan sudah main judi.
Sedangkan mantan wakil Bupati,NDara Tanggu kaha, Ola lahan pertanian,masih terbentang luas, masyarakat tidak punyai keterpanggilan untuk mengolah lahan, lalu mengembangkan hewan peliharaan, seperti kerbau,sapi dan kuda,babi,kambing dan ternak kecil lainnya

Sementara itu, mantan sekretaris daerah kabupaten Sumba barat daya, Anthonius Umbu Sasa,sangat serius dalam memaknai pembicaraan dari kedua sosok mantan pimpinan, ketika menghubungi lewat telepon seluler, malam ini,26/8/2022, ketika Media ini, menanyakan kembali keseriusan mendengar pembicaraan malam itu,ya hanya tertawa Saja,hanya mendengar kan pembicaraan dalam memotivasi masyarakat, supaya keluar dari lingkaran kemiskinan, memperoleh pendidikan yang Secara keseluruhan dan merata,yang menjadi kunci kesuksesan itu, apabila adat istiadat, Secara bertahap dapat dikurangi,agar masyarakat selalu berkecukupan pangan, kesehatan cukup dan dunia pendidikan memadai Secara merata di pelosok bumi loda weemaringi pada weemalala, pungkasnya.*** Moses/Wili.teriakan rakyat.online.news




























Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.