Bupati SBD Kornelius Kodi Mete, Menanam Kelapa ,bersama OPD menanam pepohonan lainnya

Tambolaka -Teriakanrakyatonline.news- Bupati Kornelius Kodi Mete,Wakil Bupati SBD Marthen Cristian Taka, Pejabat Sekda Kabupaten SBD Frans Adilalo, bersama seluruh OPD se-kabupaten SBD,Tokoh Masyarakat ,Melkianus Lubaloe, Pemilik PT . Bumi Indah, Camat Laura,Yengo Tada Kawi, Seluruh Kades Se-Kecamatan Laura Gelar Penghijauan di Pesisir Pantai Mananga Aba, dengan Menanam berbagai pohon mulai dari Pohon kelapa, Mangga, Kelor, Pohon Desember, Ketapang, serta berbagai macam tanaman sampai berjumlah 2010 Anakan yang di tanam menurut Penjaga

Kegiatan Penanaman Pohon tersebut berlangsung, Jumat (21/1/22)

Bupati Sumba Barat Daya, Kornelius Kodi Mete, Mengatakan bahwa penanaman pohon ini, untuk menjaga keindahan Pantai Wisata Managa aba hijau. Kerena beberapa hari lalu Kita dihebohkan dengan penggalian pasir secara ilegal oleh oknum tidak bertanggung jawab pantai managa aba, dan panorama Pantai menjadi rusak ,hal ini lah yang menjadi penting bagi Kita, kita harus harus menjaga serta bermimpi kedepan,sehingga suatu saat pohon-pohon ini bertumbuh besar, parawisatawan akan menikmati serta merasakan keindahan ,kesejukan dan mereka betah mengunjungi tempat ini, Sehingga Sumba Barat Daya bisa maju di Dunia Pariwisat, Imbuhnya

Ia juga menghimbau seluruh Masyarakat SBD agar Pantai tetap di jaga dan harus selalu bersih, karena pantai ini adalah salah satu icon Wisata yang harus dipelihara serta menjaga keindahannya, karena dengan adanya tempat Wisata ini bisa menambah pertumbuhan ekonomi warga di sekitar dan Daerah, katanya

Ia lanjut, Dan pemda Kabupaten SBD, melihat itu secepatnya mengambil langkah, melakukan aksi cepat mengatasi masalah tersebut, salah satu tindakan adalah pemblokiran jalur menuju penggalian Pasir, serta penanaman beragam macam pepohonan di sepanjang pesisir Pantai mananga aba

Bupati Kornelius, menyebut penggalian pasir di titik pesisir managa aba sangat merusak tempat Wisata, sehingga Ia bersama OPD, Camat Laura, Tokoh Masyarakat mencegah, menurutnya oknum yang merusak tempat tersebut akan diselidiki, namun dirinya lebih menguntamakan kebijakan dan kearifan lokal kemanusian

Lanjutnya, Pemda juga akan terus membangun komunikasi dengan semua pihak, guna untuk menyediakan tempat pengambilan pasir, agar abrasi wisat bisa teratasi, Bupati juga menambahkan bahwa pemda juga akan menyediakan tempat atau titik penggalian pasir yang bisa dimanfaatkan secara umum

Sementara itu, Melkianus Lubalu, juga sebagai salah satu Tokoh SBD yang akrab disapa Ongko Min, ia sangat mendukung penataan Pantai Wisata ,bahkan ia juga kerahkan peralatan berat yakni ekxapator untuk menimbun dan menutup kembali jalur penggalian pasir, bahkan beberapa anakan Kelapa ia menyumbangkan untuk Penanaman di pesisir Pantai Managa aba ,serta ia juga berharap agar tanaman ini selalu dijaga dan rawat seperti merawat keindahan Pantai wisata, kerena penghijauan itu penting sekali di sebuah daerah wisata, Imbuhnya

Sementara itu, Camat Laura, berharap agar Pantai Wisata ini tetap dijaga keindahan nya, agar luput dari penambang liar yang merusak pantai Wisata ini, karena tujuan penghijauan ini untuk menjaga Pantai ini agar selalu Indah dan sejuk, Dia juga berharap Kepada petugas penjaga tempat wisata selalu aktif dalam menjaga Pantai Wisata ini, sehingga ketika tempat ini maju, tentunya perekonomian warga semakin bagus dan juga daerah SBD terutama , Imbuhnya

Sementara itu ketika media menemui secara terpisah penjaga pantai, Mikhael Geli, Ia menuturkan,anakan yang di bawah serta di tanam berjumlah 2010 Anakan yang di tanam

Danrem 161 Wira Sakti Kupang NTT, Brigjen TNI Iman Budiman di Sambut Bupati SBD Kornelius Kodi Mete

Tambolaka – Teriakanrakyat.news- Danrem 161 Wira Sakti Kupang NTT, Brigjen TNI Iman Budiman, Melaksanakan Kunjungan Kerja di Sumba Barat Daya Kecamatan Kota Tambolaka dan disambut baik oleh Bupati Sumba Barat Daya dr. Kornelius Kodi Mete . Dalam Kunjungan Kerja tersebut oleh Danrem 161 Wira sakti,Kunjungan kerja yang di Lakukan oleh Danrem 161 Wira Sakti Kupang . Turut hadir dalam Kegiatan tersebut, dr. Kornelius Kodi Mete Bupati Sumba Barat Daya ,Dandim 1629./ SBD Letkol Inf Alfat Denny Andrian, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sumba Barat Daya, Kapolres SBD,AKBP Sigit Harimbawan ,Kodim 1629 Sumba Berat Daya,Pengusaha Melkianus Lubaloe pemilik PT. Bumi Indah, tokoh Masyarakat Desa Waikaninyo Paulus Uru Awa, Kades Waikaninyo Alfonsus E. R. Peka

Kegiatan tersebut dilaksanakan, Jumat( 21/1/22)

Danrem 161 Wira Sakti Kupang , Brigjen TNI Iman Budiman, Ia disambut dengan tarian yang Meriah ala adat Sumba, sambil menuju Keruangan Utama Kodim 1629/SBD
Dalam Sambutan nya, Ia Menegaskan bahwa ,saya dengar NTT ini Miskin,tapi menurut saya tidak miskin, NTT Punya Banyak Potensi. Ungkap Brigjen TNI Iman Budiman
Ujarnya Lanjut, jika semua mau bersama membangun kesadaran untuk berusaha ,menurutnya peran Forkompinda penting.

Harus Mampu membuat Kebijakan sesuai Kebutuhan Warga Masyarakat, tetapi perlu dengan kajian dari berbagai Sumber, kerena itu semua untuk Kesejahteraan Masyarakat, Pungkasnya

Harapan saya bahwa seluruh prajurit di Korem wira sakti 161 dan diantaranya yang ada di Kodim SBD bisa memahami, bahwa Real, Kita butuh mobil sport yang lebih Cepat lagi, agar Cip yang ada di Kepalanya, bisa tercapai cita-cita yang belum terwujud hingga pada Usia lima tahunnya ,cip bisa menjadi dokter dan lain sebagainya, Pungkas Danrem

Sementara itu, Bupati Kornelius Kodi Mete dalam Sambutannya, Ia menyampaikan beberapa hal penting, Ia Mengatakan Daerah ini baru mekar sebelas tahun yang lalu,bukan kerena Kemampuan ,tetapi karena milihat kemiskinan yang bukan main, tapi kami sudah berjuang untuk terus lawan kemiskinan, tetapi belum sampai  yang sesungguhnya, ungkapnya

Oleh karena itu di dalam Kami Membangun Daerah ini mulai dari Membangun Desa, dengan Tujuh program Unggulan, dalam slogan Tujuh Jembatan Emas, yakni Desa Bercahanya, Desa berair, Desa Mandiri Pangan, Aman tenteram, Desa pintar dan Cerdas, Desa Sehat dan Desa Wisata
Dan Kami mohon Dukungan dari pak Danrem agar kemiskinan yang ada ini benar-benar kami terlepas, pungkas Bupati SBD Kornelius Kodi Mete

Dan Warisan Budaya Kami bulan Februari dan maret akan diselenggarakan Pasola di beberapa Tempat

Kehadiran Danrem 161 Wira Sakti Kupang -NTT, merupakan kebanggaan Masyarakat SBD, karena Kehadiran Danrem merupakan salah satu bentuk dukungan TNI dalam menjaga keamanan wilayah SBD

Sementara itu, Dandim 1629/Letkol inf Alfat Denny Andrian

Mengatakan dalam sambutan nya,kami ini adalah Satuan baru yaitu Kodim dari dibawah Korem 161 Wira Sakti, dan kami berada di Ujung Barat Pulau Sumba ini, kami baru berdiri bulan November Tahun 2019,jadi sekarang sudah sekitar dua(2)tahun, dan sekarang sudah tahun 2022 ,dan kami sudah pejabat terlantik yang ketiga, pertama Letkol Sigit, kedua Letkol Laode sekarang saya, Letkol Inf Alfat Denny Andrian, pungkasnya

Ungkapnya Lanjut, Kemudian dengan berjalannya waktu Kami juga melaksanakan Pembangunan perumahan dan Nanti akan diserah terima kan oleh Komandan Kami.

Kemudia terkait dengan Vaksinasi kami sudah Vaksinasi tertinggi se- Sumba ,terkonfirmasi nol persen,kemudian kegiatan-kegiatan lain juga, Pengamanan dalam pelantikan Kepala Desa tanggal 10/1/22 kemarin dan pelantikan perangkat Desa kami tetap giatkan pengamanan, kegiatan PPKM juga kami bergabung dengan Polres Tim Covid-19 SBD, serta Masyarakat juga sudah memahami tentang Prokes, ujarnya

Lanjutnya, Dan yang kami hadapi sekarang ini adalah Kegiatan Pasola bulan Februari dan Maret, untuk giat dalam pengamanan, yang merupakan tradisi budaya, dan disitu Kita mengambil kesempatan juga untuk melaksanakan Vaksinasi,dan Mudah-mudahhan bulan Maret sudah bisa tuntas seratus persen yang tervaksinasi,Ungkapnya

Camat Laura Yengo Tada Kawi Selalu berada di Tengah Masyarakat,Demi “LODA WAIMA RINGI PADAWAIMA LALA”

Sosok Camat Laura Yengo Tada Kawi adalah sosok pemimpin yang bekerja tanpa pamrih, Pekerja Keras Sejak Ia dilantik menjadi Camat Kodi Utara, beliau sangat akrab dengan semua Masyarakat Kodi Utara saat itu, Cepat menyatu dengan suasana dan situasi serta keadaan wilayah. Bergaul dengan sapa saja, tua, muda sama saja baginya , tetapi Ia mengenal posisi dimana Ia berada dalam pergaulannya, kini Ia memimpin Kecamatan Laura, orangnya mudah Bergaul Dan murah senyum dengan Siapa saja, akrab disapa “Bapa Ocy”, Sejak Ia pindah di Kecamatan Laura, ia menghadapi tantangan besar yakni selalu mendampingi masyarakat Laura,perangkat Desa seluruh pendamping penyuluh untuk bersama-sama Membasmi hama belalang yang menyerang tanaman padi dan Jagung,ia menggendong sendiri tengki semprot belalang,tanpa mengeluh, Selain itu juga saat ini Ia bersama dengan Angota DPRD SBD dari PDIP yang biasa disapa (LPM) ,Babinsa TNI Kecamatan Laura, untuk manata kembali Keindahan pantai Wisata Managa Aba ,dengan menutup jalur penambangan liar, Pasir di pantai Mananga Aba ,serta memantau setiap tempat dan titik penambangan liar ,untuk Menyelamatkan pantai Wisata dari erosi dan Longsor, agar pantai tetap Indah, Pungkasnya

Hal ini di sampaikan oleh Camat Laura lewat WA nya, senin (17/1/22)

Pauntauan Media, Kini Ia Selalu berada di tengah Masyarakat Desa Kecamatan Laura, baik di arena baik maupun tidak, contoh saja di Desa Loko Kalada, banyak jalan mendaki yang tidak rata, karena tugas dan tanggung jawabnya Ia tetap jalani tanpa pamrih, walaupun anak dan Istrinya Sedang sakit, ia tetap mendahulukan kepentingan Masyarakat ,kesampingkan kepentingan Pribadi, jarang menemukan sosok pemimpin sepertinya, kerja, kerja dan kerja. Berjiwa Bisnis, Sosial tinggi, Rela berkorban (**WM/Red/TR)

Lukas Bili Lede, Anggota DPRD Antar Waktu Kabupaten Sumba Barat Daya: Kita Menanam Pohon Tidak Bertumbuh, Jangan Pasra dan Putus Asa

Tambolaka – Teriakan Rakyat- Wejewa Selatan - Anggota DPRD Antar waktu,dari Partai PDIP dapil Wewewa Selatan dan wewewa Barat kecamatan Wewewa Selatan kabupaten Sumba barat daya, Mengatakan bahwa,"Kita menanam pohon tidak bertumbuh jangan pasra dan putus asa,karena rencana Tuhan,menuntun Sesuai rencana Nya. Kata Dia

Lanjut Lukas, mengkisahkan perjalanan Belajar politik,ketika dirinya meleburkan diri dalam dunia politik,lewat Partai PDIP, bertahun-tahun, mengikuti deretan dan barisan Calon anggota DPRD kabupaten Sumba barat,dan kabupaten Sumba barat daya,ketika sudah mekar kabupaten nya,selalu gagal dan gagal lagi,itupun tidak lekang oleh panas dan tidak lapuk oleh hujan, dengan memiliki prinsip yang kokoh dan tangguh,tetap pada pendiriannya, belajar untuk tidak putus asa serta tidak pasra pada kenyataannya,yang walaupun jatuh bangun,tetap bersama partai PDIP, tidak menjadi kader kutu loncat dari Partai ke Partai yang lain,selalu berkeyakinan bahwa segala sesuatu akan indah pada waktunya.Setelah dirinya di Lantik pada beberapa bulan yang lalu ,menjadi anggota DPRD kabupaten Sumba barat daya, menggantikan Drs Siprianus Nono, karena meninggal dunia,ternyata kehendak Tuhan yang terjadi, bukan kehendak manusia,imbuhnya

Hal ini disampaikan,Oleh Lukas Bili Lede,kepada Media,di Tana Teke, Desa Mandungo, kecamatan Wewewa Selatan ,Sabtu, (15/1/22)

Lanjut Bili Lede mengatakan bahwa, Saat menjalankan tugas reses,sisah tahun 2021, mau menunjukkan kepercayaan rakyat dan perutusan Tuhan,mulai dari kampung ke kampung,dari Desa ke desa,dari dusun ke dusun,utk kunjungan dan melayani masyarakat,dari hasil pokir,membagikan beberapa kebutuhan rakyat, Sesuai usulan dan permohonan masyarakat . Dengan menjalani tugas sebagai Raja dan sebagai Nabi

Harapan Lukas Bili Lede,yang adalah Jebolan Stipas keuskupan agung Kupang, menandaskan menjalani tugas Seorang Raja dan tugas kenabian,selalu memiliki jiwa kesederhanaan,dalam melakukan kunjungan,dan membangikan apa yg ia miliki kepada masyarakat sesuai kebutuhan dan tuntutan yg disampaikan pada saat kunjungan reses,seperti kunjungan di SMAG (Sekolah Menengah Agama)Santo Yosef Pekerja Manola, yang ada di kecamatan Wewewa Selatan.Kita membantu sesuai yg miliki seperti telur puyu ditangan,jangan mengharapkan telur bangau yg beterbangan di udara, maksudnya kita omong apa adanya,dari pada menjanjikan yg muluk-muluk, pungkas nya, ( ***Moses /Red/TR)

Editor : WM

” Keluarga  Soleman Bili Dairo, HibahkanTanah,Untuk Lokasi SMP PGRI , Desa Mandungo
Menuju Perubahan”

Keluarga Soleman Bili Dairo, Menyerahka sebidang tanah ke Yayasan Pembina Lembaga Pendidikan (YPLP),Tanah tersebut di diserahkan sebagai hibah, untuk Pembangunan Gedung SMP PGRI,di Desa Mandungo, Kecamatan Wewewa Selatan,  Pada kesempatan itu, turut hadir,wakil ketua PGRI kabupaten Sumba barat daya,Asterius Bili Bora, Sekretaris Umum Hendrikus Adolf,Bendahara Umum Lusia Gaina, Ketua Yayasan Pembina Lembaga Pendidikan PGRI kabupaten Sumba Barat Daya, Rafael Rehi Katupu, Penasehat partai Amanat Nasional, Stefanus Jelalu, Anggota DPRD,dapil Wewewa barat dan Wewewa Selatan Lukas Bili Lede, kepala SMP PGRI Paulus Ngongo Reada, bersama staf guru,mantan Kepala sekolah SMP PGRI, Y.O Mau Tellu, ketua PGRI Kecamatan Wewewa Selatan, Daniel Lede Dairo,hadir pula aparat desa mandung,Agustinus Bora Bulu,dan Moses Gheda Bokol ,toko agama, tokoh masyarakat, Tokoh Adat,tokoh Pemuda, tokoh perempuan serta keluarga Bapa Soleman Bili Dairo,bersama Getruda Sini Gollu,serta anak anak nya:Lukas Tamo Ama,Samoel Kii, Fransiskus Malo,dan Urbanus Umbu Rasa. Acara penyerahan sebidang tanah, berukuran 70x100 persegi,utk lokasi SMP PGRI, berlangsung di rumah kediaman Bapa Soleman Bili Dairo,sekaligus ukur lokasi,dan penandatangan Berita- Acara serah terima,yg dibubuhi tanda tangan,dari keluarga Bapa Soleman Bili Dairo bersama istrinya, Getruda Wini Gollu,serta anak anaknya,Lukas Tamo Ama, Samuel Kii,Fransiskus Malo, Urbanus Umbu Rasa,bertindak Sebagai pihak pertama' pemilik tanah dan ketua YPLP Rafael Rehi Katupu, bertindak sebagai pihak kedua penerima hibah sebidang tanah,utk lokasih SMP tersebut,serta saksi- saksi,yakni; Stefanus Jelalu, Daniel lende Sairo,Lukas Bili Lede, Augustinus Bora Bulu,Y.0.Mau Tellu, dan Moses Gheda Bokol.

Kegiatan tersebut di Laksanakan di Desa Mandungo, kecamatan Wewewa Selatan, berlangsung di rumah kediaman Bapa Soleman Bili Dairo, Sabtu,(15/1/22)

Di lanjutkan dengan Pembubuhan tanda tangan pada Berita acara Penyerahan Hak Atas tanah ,dari keluarga Soleman Bili Dairo sebagai pihak pertama,dan Yayasan pembina lembaga pendidikan(YPLP), bertindak sebagai pihak kedua yang Menerima sebidang tanah , Serta saksi-saksi-,dan di lanjutkan penyerahan simbol tanah dari pihak pertama keluarga Soleman Bili Dairo ke Ketua YPLP, Rafael Rehi Katupu Dan sekretaris umum Hendrikus Adolf. Sahnya secara adat, di  Selempang kain,dan sebagai tanda terima kasih,satu piring sirih pinang,di atas sirih piring ada satu amlop berisi 5 juta rupiah,untuk menyampaikan tanda syukur dan terimakasih kepada nenek moyang para leluhur Tena Teke Ditakar,Buru Deilo mandungo ,dengan sair adat ” Pandauna kouba Inda bata, karaba Inda Beta, padeu pare Ullu, padeu watara Ullu”

Selepas Acara adat dan berita- Acara serah terima,dilanjutkan kata-kata hati dari kedua keluarga untuk menyampaikan sekapur sirih,seulas pinang,pada tempat yang pertama,dari keluarga Bapa Soleman Bili Dairo,dan dimandat kan kepada Sulung yang pertama, Lukas Tamo Ama, dan dalam kesempatan itu, mengatakan bahwa, Bermula dari keprihatinan menjawabi kerinduan warga masyarakat Desa mandungo menuju pada kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi, dengan mendekatkan pelayanan dalam dunia pendidikan, dengan saling bergandengan tangan,sebagai dukungan dan saling menopang dalam membangun SMP Swasta PGRI Desa Mandungo, Serta menciptakan lapangan kerja dalam merawat kebersamaan demi anak cucu nanti,Imbuhnya.

Sementara itu Drs Asterius Bili Bora mewakili , ketua PGRI kabupaten Sumba barat daya,Bernardus Bulu, Mengatakan sesungguhnya Ia hadir pada Acara serah terima sebidang tanah,namun karena ada tugas yg tidak bisa dimanfaatkan pada orang lain, akhirnya di percayakan kepada wakil ketua,yang adalah mantan ketua PGRI kabupaten Sumba barat daya,pada periode  yang lalu, Asterius Bili Bora , sebagai Wakil Ketua PGRI, Dalam kata hati Ia menyampaikan,bahwa peristiwa hari ini sangat luar biasa dan merasa Gembira,lantaran dari keluarga Bapa Soleman Bili Dairo,dapat menghibahkan tanah,utk tempat Lembaga pendidikan,demi kemajuan bersama Masyarakat desa mandungo.peristiwa hari ini, dikatakan sangat luar biasa, kehendak Allah Bapa yg maha kuasa atas segala gerakan dan menggugah hati keluarga,untuk menjemput perubahan dan kemajuan wilayah Desa mandungo.kata Dia. Lanjut Dia mengatakan bahwa ditempat ini,sempat Hadir Bapa DPRD kabupaten Sumba barat daya,di tengah masyarakat Desa mandungo,punyai harapan, Bapa dewan melihat' langsung lokasi SMP Swasta PGRI Desa Mandungo, Karena melihat langsung animo masyarakat serta merindukan untuk Membuka jalan menuju lokasi SMP PGRI, sekitar 100 meter dari jalan umum,dan dari pihak yayasan Pembina Lembaga pendidikan PGRI kabupaten Sumba barat daya,akan mendukung beberapa truk tanah kancing dan kapur Alam,bila mana jalannya sudah dibuka,dan bantuan ini, tidak ada bingkisan politik,hanya keiklasan dan ketulusan mendukung kerinduan warga masyarakat desa mandungo.pungkas,Wakil Ketua PGRI (**Moses/Red/TR)

Kintal Sekolah Belum Kondusif

Tambolaka -Teriakanrakyat.news- Kepala sekolah SMP Swasta Rangga Rame Maria D.kaka,SPd ,Desa Waipangali Kecamatan Kota Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Ia Mengatakan bahwa,” Kenyamanan dalam kintal sekolah’,belum kondusif”.Kepala sekolah SMP Swasta Rangga Rame ibu Maria D.kaka, SPd mengatakan bahwa",Kenyamanan dalam kintal sekolah'belum kondusif", Lantaran pagar keliling sekolah belum selesai,dan Ternak besar,masih berkeliaran di sekitar kompleks sekolah SMP Swasta Rangga Rame, akibatnya tanaman bunga,dan tanaman lain yang ada didalam kintal sekolah' mengalami kerusakan, proses pertumbuhan tidak subur dan kelihatan rasa keindahan tidak ada

Hal ini disampaikan Oleh Maria D. Kaka kepada Media Teriakanrakyat, di ruang kerjanya, Senin (10/1/22)

Lanjut Kepala Sekolah SMP Swasta Rangga Rame mengatakan, Ternak besar yg dikintal sekolah, sangat menggangu suasana nya, adapun ternak yg diikat didalam kintal sekolah’ tersebut, adalah,kerbau,sapi,kuda dan kambing,yg merupakan hewan piaraan warga masyarakat desa weepangali kecamatan kota Tambolaka kabupaten Sumba barat daya. Ia Mengatakan demikian , tentang ketidak kenyamanan di dikintal sekolah SMP Swasta Rangga Rame, sampai sekarang masih saja Masyarakat Pemilik ternak besar mengikat di kompleks sekolah, pada hal,sudah disampaikan kepada warga masyarakat, Lewat Rapat koordinasi dengan Pemerintah desa dan aparatur desa, ketua komite,Badan Pengurus yayasan Rangga Rame, Bersama orang tua siswa, akan tetapi seperti Angin berlalu begitu saja, tanpa umpan balik,kaya Anjing Menggonggong kafilah berlalu, kutipan Mantan presiden Amerika serikat Abraham Lincoln.
Dirinya baru 2 tahun , Memimpin Sekolah SMP Swasta Rangga Rame, Is juga telah melakuka rapat koordinasi, supaya secara bersama menjaga tatanan yg ada di lingkungan sekolah,sangat menggangu suasana proses belajar mengajar di kelas.


Lanjut ibu Mery yg adalah Putri kelahiran anak desa Weepangali,sangat bangga,ketika kembali didaerah kelahiran nya, supaya semangat dan konsep-konsep membangun SMP Swasta Rangga Rame, berkobar – kobar,berusaha utk merubah tampilan,dalam meningkatkan mutu pendidikan,ikut mencerdaskan kehidupan Bangsa.kata Dia.


Lanjut ibu Mery adalah jembolan,dari perguruan tinggi negeri Undana kupang, sangat apresiasi terhadap tugas panggilan sebagai Guru,dan Kepala sekolah,mau mengabdikan diri sebagai abdi negara (ASN), ingin mau transfer kedisiplinan mutu yg ia miliki, menurut Dia, sesungguhnya tidak ada siswa yang bodoh,karena seorang pendidik,memiliki keterampilan mengajar dan metode pembelajaran, sesuai kurikulum K-13.Dan telah memenuhi 8 standar Nasional pendidikan.


Lanjut Dia,seorg guru, Harus ikut ambil bagian dalam meningkatkan mutu pendidikan,dan sebagai awal mempertahankan mutu, Harus mulai pada diri sendiri,dengan meyakinkan diri sendiri Sebagai guru yg mahir bidangnya,menuju pada guru yg profesional,tekun membaca aneka macam Sumber buku/litaratur yg cukup dan memadai.


Harapan ibu kepsek,bahwa di SMP Swasta Rangga Rame,mempunyai jumlah siswa,147 org,dan 9 rombongan belajar, Guru yg ASN ada 3 Orang, di tambahkan guru kontrak Daerah,serta guru yayasan.Kami kurang Guru Agama,dan mohon perhatian pemerintah ,dalam hal ini Dinas pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumba barat daya,selain itu juga masih kekurangan WC untuk membantu beberapa anak sekolah. Ia juga memohon keikut sertaan pelatihan- pelatihan pada Guru bidang mata pelajaran

Ujarnya Lanjut, pada kesempatan yg sama Ia mohon perhatian pemerintah setempat dalam hal ini Kepala desa Weepangali,menghimbau kepada masyarakat,untuk menertibkan ternak besar dan kecil,dan kerja sama Antara org tua siswa, masyarakat, Pemerintah dan komite, pihak sekolah selalu Membangun kerjasama yg baik agar kintal sekolah bisa Kondusif . Pungkasnya (* Moses/Red/TR*)

Ketua Tim Inisiator Kabupaten SBD, Jhon Tende, Menyerahkan Proposal Permohonan Bantuan Dana

Tambolaka- Ketua Inisiator DOB Sumba Barat Daya, Menyerahkan  proposal permohonan bantuan Dana Untuk biaya pelaksanaan Diskusi Publik dan Deklarasi DOB pemekaran Provinsi Sumba Sabu Raijua kepada ibu anggota DPD RI (Ibu dr. Asyera Wunda Lero) melalui staf khusus – Tenaga Ahli di Kupang.

Selain itu juga ,Ketua Tim Inisiator Kabupaten Sumba Barat Daya juga Menyerahkan proposal permohonan bantuan Dana Pelaksanaan Diskusi publik dan Deklarasi DOB pemekaran Propinsi Sumba kepada Wakil Ketua DPRD Propinsi NTT

Hal ini di Sampaikan oleh ketua Tim Inisiator Kabupaten Sumba Barat, Lewat Group WA, Panitia Pelaksana Diskusi Publik dan Deklarasi DOB pemekaran Propinsi Sumba -Sabu Raijua, Jumat (14/1/22) Pukul 09.00 Wita

Sekaligus permohonan menghadirkan Ketua Komite I DPD RI dalam acara diskusi publik bulan April 2022.Ia juga mohon Doa dan Restu kita semua semoga seluruh rencana berhasil dan diberkati oleh Tuhan,Ulas Jhon Tende (Wily/TR)

SMA negeri 1 kota Tambolaka,Sarana dan Prasarana Ruang Kelas Belum Memadai

Kepala sekolah SMA negeri 1 Tambolaka, Mengungkap demikian, karena animo masyarakat untuk menitipkan anak anak siswanya,sangat Antusias,dimana jumlah siswanya 325 org.dan 18 Guru Negeri,3 org guru honor, provinsi  dan 8 orang guru yg honor Dana bos,1 Sekuriti,staf administrasi 5 org.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Sekolah SMA N 1 Kota Tambolaka,Barnabaa Ghunu, S.Pd, kepada Media, diruang kerjanya, senin,(10/1/22)

Lanjut Barnabas Ghunu, Seantero negri ini,selalu mendengung kan meningkatkan kwalitas Sumberdaya manusia yg seimbang dan merata,dengan menerapkan kurikulum k-13,serta menguasai 8 standar Pendidikan Nasional, akan bersaing di arena pendidikan, dengan meningkatkan mutu pendidikan yg kompetensi lulusan yg bermutu,mengikuti kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi,yg Maju pesat,serta menguasai informasi dan mendalami sistem informasi online, sekaligus memotivasi siswa untuk mengikuti pembelajaran dengan metode daring

Sementara itu,ketua komite yohanes Geli,saat itu hadir bersama diruang kerja Kepala Sekolah, sekalian memperingatkan,supaya memiliki semangat yg tinggi,memperbaiki nasib anak Bangsa,dan juga selalu membaca Regulasi dan peraturan pemerintah, tentang pemakaian anggaran Sesuai nomen klator, Tanpa menyusahkan siswa

Lanjut kepala sekolah, mengharapkan perhatian pemerintah provinsi,dengan segala keterbatasan , teristimewa anggota DPRD provinsi Nusa tenggara timur,bisa memberikan perhatian khusus bagi Lembaga pendidikan tersebut. Dilain pihak supaya Anggota DPRD provinsi Nusa tenggara timur,bisa meluangkan waktunya untuk datang langsung di tempat kami, datang melihat secara kasat mata dan berdiskusi langsung dengan guru-guru, siswa-siswi di Lembaga pendidikan kami.

Lanjut Dia, kerjasama dengan pihak masyarakat dalam hal ini, org tua siswa,komite dan para pendidik cukup baik.pungkasnya,tegas.(*** Moses/Tim/Red***).

Kampung Situs Adat Wisata Parona Baroro Ludes Terbakar Karena di Sambar Petir

Tambolaka -Kodi Bangedo -Kampung Wisata Adat Parona Baroro Desa Waikaninyo Kecamatan Kodi Bangedo Kabupaten sumba Barat Daya (SBD) Ludes terbakar hangus Karena disambar petir. Delapan (8) Unit Rumah adat Yang ludes terbakar Karena di sambar petir

Hal ini di Sampaikan oleh, Warga Desa Waikaninyo Agustina Rangga Bela, Istrinya Sekdes ,Saat Media Konfirmasi lewat Telphon Selulernya, Kamis ( 13/1/22)Pukul 18.15 Wita

Kronolgis Kejadian, Berawal saat Hujan Mulai rintik-rintik dan Sampai hujan deras serta Kilat, sekitar jam 1 Siang, saat itu Rumah Adat Katoda disambar pertama Petir, dan merambat kerumah Kahumbu (Ketupat), hingga kerumah yang lain, hingga rumah adat yang ludes terbakar sebanyak Delapan(8) unit

Lanjut Rangga Bela, Kejadian tersebut mengalami kerugian Mencapai Milyaran Rupiah, tidak ada Korban Jiwa. Harapan kami Semoga pemerintah dan pihak Peduli, agar bisa meringankan beban yang kami Alami saat ini, Ujar Agustina Rangga Bela

Sementara itu, Ketua Bateman Desa Yos Lendu, Membenarkan informasi Kebakaran Kampung Situs adat Wisata Parona Baroro, Ludes terbakar hangus Karena disambar petir, Dan Harapan nya sebagai Ketua Bateman Desa, Agar pihak yang berwenang memperhatikan Dan Bagi semua pihak Peduli terhadap Korban Kebakaran tersebut, Tutupnya ( Tim/Red/Wily/TR)

Kampung Wisata Parona Baroro Terbakar Hangus Karena disambar Petir

Tambolaka -Kodi Bangedo – Kampung Wisata Parona Baroro Depan Lapangan Pasola Homba Kalayo Desa Waikaninyo Kecamatan Kodi Bangedo ,Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) Terbakar Karena tersambar Petir

Hal ini di Sampaikan oleh Warga Desa Waikaninyo Agustina Rangga Bela lewat Telphon selulernya ketika media hubunginya, Kamis (13/1/22) Pukul 18.15 Wita

Kronoligis Kejadian kebakaran,pada Pukul 1.15 wita, saat cuaca Mulai mendung dan hujan turun, bersamaan petir menyambar Kampung Parona Baroro, petir hanguskan Delapan (8) Unit Rumah adat yang terbakar hangus, dan tidak ada Korban Jiwa

Hal sama di sampaikan oleh Ketua Bateman Desa, Yosef Lendu, membenarkan bahwa kampung Wisata Parona Baroro terbakar hangus Karena disambar petir, hinga Akibat petir tersebut Delapan (8) Unit Rumah adat Kampung Parona Baroro terbakar hangus ( Wily)

SIPRIANUS MUDA HONDO , S.FIL, : “KITA TETAP MENJAGA KEUTUHAN BANGSA”

Kepala Kementrian Departemen agama Kabupaten Sumba barat daya, Siprianus Muda Hondo,S.fil, mengatakan bahwa,” Kita tetap menjaga  keutuhan Bangsa” Kepala Departemen Kementerian agama Kabupaten Sumba barat daya,Siprianus Muda Hondo, mengatakan bahwa.” Kita tetap menjaga keutuhan Bangsa”. Mengatakan demikian,yang berkaitan tentang,mencari sosok pemimpin yang mampu mengayomi masyarakat yang tercerai-berai  kepentingan kelompok/ individu.kata Dia.

Hal ini disampaikan kepada Media, Minggu,dirumah kediamannya di belakang keuskupan weetebula,desa Kalena Wanno, kecamatan kota Tambolaka,(9/1/22)


 Lanjut Kepala Departemen Kementerian agama Kabupaten Sumba barat daya,kita menghormati perbedaan,itu hal yg wajar,akan tetapi kita harus menjaga keutuhan Bangsa, sebagai Warga Negara kesatuan Republik Indonesia (WNKRI), menjunjung tinggi nilai-nilai kebhinekaan,yang walaupun berbeda beda,tetapi satu jua.


Ujarnya Lanjut , kebhinekaan itu, baik perbedaan pendapat,suku, agama,bahasa,dan lainnya,kita dituntun utk hidup harmonis,dan toleransi antar umat beragama, antar suku, budaya,saling menghormati antara satu dan lain,dan memberi kesempatan yg Sama,utk Membangun Daerah khususnya,dan Bangsa  umumnya.


Menjaga keutuhan Bangsa sebagai warga negara kesatuan republik Indonesia (WNKRI).Kita selalu menjaga kerukunan umat beragama, jangan terpancing dengan  hasutan-hasutan murahan yg menuju pada perpecahan dan tercerai-berai karena kepentingan sesaat,kelompok dan individu.lalu menghancurkan  kebhinekaan yg terkristal sejak Indonesia merdeka. Lanjut Siprianus,kita harus sungguh mendalami karakteristik dan budaya’  masyarakat Sumba,dari dulu  sampai sekarang, tetap hidup bertoleransi, masyarakat Sumba tidak terikat pada Agama apa yg di anutnya,kita masyarakat Sumba dalam satu keluarga besar,satu Bapa dan satu mama, tetapi beda agama di antara 5 bersaudara,lewat kawin’ mawin, berarti kerukunan antar umat beragama, sudah terbentuk dari keluarga kecil menuju pada  keluarga yg besar.; Hanya  perlu dipahami  bahwa masyarakat Sumba, lebih Utama pada rasa kekeluargaan yg tinggi dari pada pengaruh yg lain.

Harapan nya,  supaya kita menjaga  kebhinekaan, menghormati perbedaan,dan memberikan kesempatan yg lain, supaya tidak terkesan saling intervensi, Antara kelompok yang satu dgn kelompok yang lain. Setiap pribadi mempunyai kebebasan berserikat,berkumpul dan mengemukakan pendapat nya, bahkan bisa mengorbit kan diri sendiri. Menurut Dia.
          

Lanjut Hondo, mengatakan bahwa,marilah kita merawat kebersamaa menuju kesejahteraan masyarakat pada loda waimaringi pada waimalala.
(Moses)

Editor : Wily

Keluarga Besar GKS Jemaat Kadaghu Tana tiba di Kediaman Almarhummah, Mama Lidia Lera Djala Keluarga besar GKS Jemaat Kadaghu tiba di tempat Duka Keluarga Almarhummah Lidia Lera Djala Ibadah Penghiburan di Pandu oleh Pelayan dari GKS PU Weri, dan Nas Bacaan dari Kitab Wahyu 14 : 12-13, (12 Yang penting disini ialah ketekunan orang-orang kudus, […]

Melayat Di Waikabubak-Kecamatan Loli