Tautan

Tambolaka- Kodi Utara – Hoha Wungo, Teriakan Rakyatonline news
Ketua Fraksi Partai Golkar , Anggota DPRD Propinsi Nusa Tenggara Timur,Hugo Rehi Kalembu, M. Si, Melaksanakan Kegiatan Reses di Beberapa titik di Kecamatan Kodi Utara, Untuk Menjaring Aspirasi Masyarakat, dalam Kegiatan tersebut Ia Mengatakan bahwa” Kelompok ibu-ibu Perkuat Ekonomi Rumah Tangga Keluarga”
Mantan ketua DPRD Kabupaten Sumba Barat Daya, Ia juga menyampaikan ditengah Kelompok ibu-ibu saat Reses di beberapa titik,di setiap kecamatan, untuk mendengar langsung keluhan dan Aspirasi masyarakat,tentang gisi buruk,stunting paling tinggi, Demam Berdarah,malaria serta kemiskinan masih juga tinggi, Ungkap Hugo

Hal ini disampaikan Oleh Anggota DPRD Propinsi Hugo R. Kalembu, M.Si, di Kampung Kalera, Desa Hoha Wungo Kecamatan Kodi utara, Sabtu, (12/3/22)


Lanjut Bapa Mega, Mengapa hal ini masih tetap ada? Untuk itu marilah kita secara bersama merubah cara berpikir,cara bertindak,cara bersikap,cara kerja,cara usaha,pasti pertumbuhan ekonomi mengalami perubahan, asalkan kurangi pesta, woleka,saiso, syukuran,tarik batu,kedde,bawah kerbau -dimana-mana,hanya jaga harga diri, status sosial,akan berakibat fatal hutang mengejarnya,dan anak-anak pun tidak ada yang sekolah, dan inilah yang nembuat pertumbuhan ekonomi tetap berjalan di tempat, Papar R. Kalembu


Lanjut Anggota DPRD Propinsi yang 9 periode,boleh dikatakan sudah 45 tahun bergelut di dunia Politik,yang tidak lapuk oleh hujan dan tidak lekang ole panas, bermodal kan kejujuran dan keberpihakan pada akar rumput, untuk itu marilah kita merona minset cara berusaha,dengan memulai dari kelompok tani, kelompok ibu-ibu dengan usaha membuka kios,mengembankan kreatif menenun kain,sarung,kain baju, selendang, ibarat memelihara satu induk ayam, bertelur setiap hari,yang walaupun satu butir,tetapi sepuluh hari menghasilkan 10 butir telur ayam, demikian kelompok ibu-ibu,menghasilkan satu lembar kain dan di jual,selalu sisihkan Sepuluh ribuh rupiah,serta satu bulan menghasilkan 4 lembar kain dan sarung,pasti akan menambah puluhan menuju ratusan,pola usaha seperti ini,sedikit- demi sedikit jadi bukit.ungkap Bapa Mega


Lanjut mantan kepala Yapnusda Kabupaten Sumba Barat, mengharapkan para suami jangan mengganggu usaha kelompok ibu-ibu, supaya bertumbuh dan berkembang Usaha Kelompok ibu-ibu


Demikian disampaikan pada pertemuan reses DPR propinsi disetiap titik diwilayah kecamatan Kodi utara di desa hoha Wungo,kampung kalera, desa Homba karipit, Desa Nangga Mutu, dengan mengambil tempat kampung Gallu kalogho,sesusai pertemuan nya, Sesuai harapan kelompok ibu-ibu, langsung dibagikan Benang dalam dos kecil, dengan isi benangnya yang sudah lengkap Sesuai warna-warni,dapat menghasilkan satu lembar kain dan sarung


Kelompok ibu-ibu,merasa gembira, baru di ajukan usulan lewat Reses , langsung mendapat bantuan. Tegas Bapa Hugo,apabila sudah berhasil mengembangkan usahanya, akan di tambahkan lagi, pungkasnya

Sementara itu, PLT kepala desa Homba karipit, Daniel Lodo,dalam kata sambutannya ia merasa kaget, kunjungan reses ,sangat bermakna sekali, membantu masyarakat dengan sentuhan , harapan Supaya tetap menjaga kepercayaan utk kebaikan bersama,dan sekretaris desa Nangga Mutu, Frederick Sedang kan sambutan singkat,dari sekretaris desa Nangga Mutu, menyampaikan rasa terimakasih,saat kunjungan menjemput aspirasi masyarakat,dan sekarang bapak membawah kepastian ,hari masyarakat menerima Benang,semoga dpt dimanfaatkan demi meningkatkan ekonomi ruma tangga keluarga. (Moses /Wily, Red/TR)

Tautan

Tambolaka – Kecamatan Kodi – Ate Dalo – Pdt. Stefanus Soan,S.Th,Memimpin Ibadah Pengukuhan Panitia Penyelenggara Sidang Majelis Sinode (SMS) di Gereja Kristen Sumba Jemaat Binya Kaka Klasis Kodi, di Desa Ate Dalo Kecamatan Kodi Kabupaten Sumba Barat Daya, Kegiatan Sidang Majelis Sinode (SMS) Se-Gereja Kristen Sumba (GKS) yang di Sumba akan di laksanakan pada tanggal 29 Maret sampai dengan 31 Maret 2022.
Dan Setelah Ibadah tersebut dilangsungkan Pengukuhan Panitia Penyelenggara Sidang Majelis Sinode(SMS)

Kegiatan Pengukuhan Panitia Penyelenggara Sidang Majelis Sinode (SMS) berlangsung di GKS Jemaat Binya Kaka, Klasis Kodi, Selasa (8/3/22)

Badan Pengurus Majelis Sinode (BPMS) lewat Ketua Satu (1) Stefanus Soan, STh, BPMS Mengukuhkan Panitia Pelaksana Kegiatan Sidang Majelis Sinode (SMS) Se-GKS di GKS Binya Kaka Klasis Kodi Desa Ate Dalo Kecamatan Kodi Kabupaten Sumba Barat Daya

Ketua 1 (satu) BPMS, Pdt. Stefanus Soan,S.Th, Mengatakan ,setelah dikukuhkan harus Sukseskan Kegiatan SMS tersebut, jangan mundur harus maju terus tidak bisa mundur ,kalau sudah di kukuhkan lalu mundur berarti itu namanya Mati sebelum perang ,namun sebelum perang mati berarti sangat menyesal, Ungkap Pdt. Stefanus Soan, S.Th

Turut hadir panitia Penyelenggara SMS,Ketua 1 BPMS, Pdt. Stefanus Soan,S. Th,Pdt.dan Vicaris Se-Klasis Kodi ,Jemaat GKS Binya Kaka

Tautan


Tambolaka – Laura – Lete konda selatan, Teriakan Rakyat onlane news Ketua Angkatan Muda partai Golkar kabupaten Sumba barat daya (AMPG),Falen Ghunu, menyampaikan rasa partisipasi, membawa bingkisan kepada 49 peserta Tuna netra dan Tuna Rungu di SLB Negeri Laura, desa’ Lete konda, kecamatan Laura Kabupaten Sumba barat daya, kunjungan ini,ibarat Santa Theresia,dari calkuta,membagi cinta kasih kepada orang-orang yang tidak berdaya, demikian hari ini, ketua bersama anggota HWK,Ketua AMPG,dan wakil ketua bagian Hukum dan Hak Asasi manusia partai Golkar kabupaten Sumba barat daya,Moses Gheda Bokol, sesungguhnya hari ini, Ketua Dewan pimpinan Cabang (DPC),Partai Golkar kabupaten Sumba barat daya, Antonius Umbu Sasa,harus harus hadir,apa hendak dikata, karena ada Tugas yg tidak bisa diwakili,pada akhirnya,mempercayakan Moses Gheda Bokol,dan Falen Ghunu,utk secara bersama Himpunan Wanita karya (HWK),membawa bantuan,berupa beras tiga potong,dan Supermi beberapa dos,sabun mandi,sabun daiya


Himpunan Wanita Karya (HWK),ada 53 org, dengan seragam kaus kuning,ada dua kegiatan yg digelar,dari hari kemarin Senin,7/3/22, membersihkan kotoran yang tertumpuk dipasar omba komi,dan hari ini, Selasa,8/3/22, melakukan kunjungan ke SLB Negri Laura didesa letekonda selatan kecamatan Laura Kabupaten Sumba barat daya, dengan membawa bingkisan kepada 49 peserta Tuna netra dan Tuna Rungu di Sekolah Luar Biasa (SLB ) Negeri Laura dan 12 tenaga pendidik,6 orang Staf kantor,termasuk,klining servis dan Sekuriti Sekolah

Hal ini disampaikan oleh,Ketua AMPG, Falen Ghunu kepada Media saat konfirmasi, di Aula SLB Negeri Laura Desa letekonda selatan kecamatan Laura Kabupaten,SBD,Selasa(8/3/22)


Melakukan dua kegiatan tersebut,selama dua hari, untuk memperingati hari perempuan sedunia hari ini, tanggal 8/3/22


Upaya seperti ini, sebagai kegiatan nyata yg langsung digelar selama dua hari Kunjungan hari ini lanjut Falen Ghunu, menyampaikan keikutsertaan,apa yg di alami oleh Bapa dan ibu guru sebagai pendidik,pengasuh, pembimbing,dengan memiliki kesabaran, ketelatenan, kesungguhan cinta kasih yg mendalam,mendidik dengan hati yang lapang


Bertolak ke tempat yang lebih dalam lagi,lanjut Falen Ghunu,49 peserta Tuna netra dan Tuna Rungu ini, sesungguhnya, bahwa panti SLB Negeri Laura, rupanya belum diketahui oleh lapisan masyarakat Sumba barat daya,kami Sendiri pun yg datang hari ini ,kaget bahwa SLB Negeri Laura ada ditengah masyarakat, terletak di desa Lete konda selatan kecamatan Laura


Sementara itu,Maria Dolorosa Mada, SPd, Sebagai kepala sekolah SLB Negri Laura,dapat menyampaikan sekapur sirih,seulas pinang, perjalanan keberadaan SLB Negeri Laura, Tenaga Kependidikan 12 orang dan Stap administrasi 6 org, Serta mengasuh,mengasih,mengasah 49 peserta Tuna netra dan Tuna Rungu.
Lanjut Dolorosa, Mengatakannya,selama ini, keluarga hanya datang mengantar di Lembaga ini, sedang kan mengenai makanan, pakaian tidak dipikirkan oleh pihak Orang tua,dilepas kepada pengelola SLB tersebut, untuk itu,kami keluarga besar SLB Negeri, menyampaikan rasa terima kasih,kepada Himpunan Wanita karya (HWK),dibawa Sayap Partai Golkar kabupaten Sumba barat daya,karena telah menjatuhkan pilihan,untuk datang berkunjung,di SLB Negeri Laura.ungkap Maria


Lanjut Mada,baru pertama kali, mendapat perhatian dan kunjungan dari HWK, hari ini, sedangkan pihak pemerintah pusat, Provinsi dan Kabupaten,sampai hari ini belum sempat, mungkin padat juga kesibukan
Pada kesempatan ini,selaku pimpinan di lembaga ini,ada tiga hal, yang sangat mendesak, sesuai Situasi dan keadaan kami,yaitu, persiapan makanan sangat terbatas , pakaian belum mencukupi kebutuhan 49 org,dan juga asrama putri dan putra,harus dipisahkan,tidak bisa di gabung kan antara perempuan dan laki-laki.pangkasnya. ( Moses Gheda Bokol, 02/Ted/TR).

Tautan

Tambolaka -Kodi Utara – Kasat Reskrim Polres Sumba Barat Daya, IPTU. Yohanes E. R. Bala Mengatakan bahwa Perkembangan Kasus Penganiayaan Agustinus Rangga Mone, Alamat Kampung Kalera B, Dusun dua Desa Hoha Wungo Kecamatan Kodi Utara Kabupaten Sumba Barat Daya, Saat ini sudah dalam tahap Penyidikan , dan Kalau penyidikan sudah Rampung semuanya baru proses selanjutnya

Hal ini di Sampaikan oleh Kasat Reskrim polres SBD, Iptu .Yohanes E. R. Bala, SE, Saat Media Konfirmasi lewat telphon Selulernya, Senin ( 7/3/22) pukul 12.01 wita

Lanjut Kasat Reskrim polres SBD Iptu Yohanes E. R. Bala,SE, dan Kalau penyidikan sudah Rampung semuanya baru proses selanjutnya,Ungkapnya

Kronolgis Kejadian tersebut berawal ketika Korban, hendak Jemput istrinya pada hari sabtu 12/2/22,sekitar jam 17.00 wita, Ia berangkat dari kampung Kalera B, Desa Hoha Wungo Kecamatan Kodi Utara yang dari kebun tana marada, Desa Hameli Ate dengan menggunakan sepeda motor. Dan ketika ia keluar dari kampung Kalera B, melewati jalan perkerasan tepatnya di kampung Bondo Tamu sekitar 500 (lima ratus ) meter ia merasa bahwa ada bunyi motor dari belakang yang mengikutinya dan ia menepi sambil rem, kemudian pelaku bersama dua(2) orang kawannya menyalip dari belakang dibagian belakang langsung mengayunkan parang yang di pegang ditangan kiri dan memotong dengan menggunakan parang pada bagian bahu kanan sebanyak satu(1) kali

Setelah memotong Korban kemudian pelaku bersama dua (2) orang kawannya langsung melarikan diri dengan menggunakan sepeda motor milik mereka, sedangkan Korban pada saat itu  berhenti,langsung pulang  kembali ke kampung Kalera B, Korban langsung memberitahukan kejadian tersebut kepada Bapaknya Paulus Jaha Moda, bahwa ia dipotong oleh terduga berinisial YRK dan berinisial D, serta S, dijalan kampung Bondo Tamu. Kemudian Bapak korban langsung mengantarkan korban Kepuskesmas Kori guna mendapatkan perawatan dengan menggunakan sepeda motor, Setelah korban mendapat perawatan di Puskesmas Kori Korban bersama orang tua kembali kerumahnya. Atas kejadian tersebut korban dan Keluarga memutuskan untuk melaporkannya kepada polisi untuk diproses lebih lanjut

Akibat Penganiayaan tersebut Korban Agustinus Rangga Mone, Mengalami Luka Potong pada bagian bahu kanan dan dua puluh delapan (28) jahitan dan sampai saat ini belum sembuh

Sementara itu, Harapan Orang tua Korban, sudah seratus persen percaya pada proses hukum yang ada,sampai tuntas dan Kami berterima kasih kepada Kepolisian Polsek dan Polres SBD selama ini bekerja keras hingga sampai pada Tahap penyidikan,Ungkap Orang Tua Korban,Paulus Jaha Moda

Tautan

Ketua Himpunan Wanita kary(HWK), Nyonya Bibiana Bili, bersama Barisan kuning, Kader partai Golkar mengibarkan kekaryaan dalam aksi Sosial.
Pasar Omba komi,
Ketua Himpunan Wanita karya,(HWK),Dibawah sayap’ Partai Golkar kabupaten Sumba barat daya, bersama anggota HWK, menggelar aksi Sosial, membersihkan kotoran-kotoran yang tertumpuk di pinggir jalan ,sekitar 30 meter, jaraknya dari inti pasar omba komi,dengan aroma bau busuk, tidak bersahabat Ketika para konsumen menuju pasar.


Dalam kesibukan ketua HWk (himpunan Wanita karya) bersama anggota HWK tersebut,yg berjumlah 50 orang, kelompok himpunan Wanita karya, dengan berseragam kuning,kaus Partai Golkar, mengejutkan para pembeli dan penjual yg datang sili bergantian

Hal ini di Sampaikan oleh Ketua HWK Bibiana Bili, Kepada Media Saat Menemui pada kesempatan itu,tepatnya hari Senin,(7/3/ 22), Pukul 15.00, Wita


Pada kesempatan itu,hadir pula ketua Partai Golkar kabupaten Sumba barat daya,Antonius Umbu Sasa, Para wakil ketua partai Golkar,Asterius Bili Bora,Galen Ghunu,Moses Gheda Bokol,dan hadir kepala Desa Pogo Tena,Jhon Adolof, sebagai pimpinan wilayah Desa Pogo Tena, menyaksikan langsung aksi Sosial membersihkan kotoran yang berserakan di dekat pasar Omba komi

Mengatakan, Bahwa ,aksi sosial membersihkan wajah pasar Omba komi yg kotor, sebagai wujud kepedulian kelompok,ibu-ibu HWk untuk berpartisipasi mendukung kebersihan kota,dan lingkungan sekitar.

lanjut Bibiana, selain kerja Bakti sosial’ membersihkan kotoran yg tertumpuk, esok hari Selasa, jam 14.00, akan lanjutkan perjalanan menuju panti sosial,di desa Lete konda selatan, kecamatan Laura,untuk membantu dan menyerahkan beberapa bingkisan,berupa beras, biskuit, telur’ Ayam,Supermi dan makanan ringan dan akan diserahkan langsung,ke pengurus/pengelola panti BLK Lete konda selatan


Sementara itu,kepala desa Pogo Tena, Jhon Adolof, menambahkan Mengenai kotoran yang tertumpuk dijalur jalan umum menuju pasar,akan melakukan koordinasi dengan pihak Dinas kebersihan dan Dinas lingkungan hidup, supaya membangun bak sampah yang besar tempat kotoran dan menghubungi Dam trek untuk mengangkut kotoran yg tertumpuk,karena suasana kotoran sudah bau busuk, Sangat mengganggu sekali, ujarnya Jhon Adolof


Lanjut kepala desa Pogo Tena,kami selaku pemerintah setempat, Sudah berulang kali, melarang warga janganmembuang kotoran-kotoran tersebut,kini kembali’pada kesadaran masyarakat,baik secara individu maupun secara kelompok, Supaya tidak menumpukkan kotoran-kotoran itu.


Sedangkan Ketua partai Golkar kabupaten Sumba barat daya,Antonius Umbu Sasa,mengapresiasi kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat,utk ambil bagian Sebagai warga masyarakat kabupaten Sumba barat daya,dapat melakukan aksi sosial kebersihan pasar Omba komi, sebagai tindakan nyata,dalam kekaryaan Himpunan Wanita karya. pungkasnya. ( Moses Gheda Bokol.O2/Red/TR )

Tautan

Tambolaka-Kecamatan Kodi Utara – Kepala Desa Hoha Wungo Yohanes Rehi Kaka, Mengatakan bahwa ia bersyukur karena Desa Hoha Wungo Kecamatan Kodi Utara Kabupaten Sumba Barat Daya mendapat Program Nasional (Prona) Sertifikasi lahan Warga, dan bisa memudahkan warga untuk di identifikasi lahannya dengan Prona tersebut, ia bersyukur karena Prona ini tidak mudah dan tidak gampang kita dapat, dapat secara gratis dan bisa meringankan beban warga Desa Hoha Wungo, tetapi ada beberapa tantangan yang ia juga hadapi, ada titik-titik tertentu yang bermasalah termasuk tanah kantor Desa

Hal ini disampaikan oleh Kepala Desa Hoha Wungo Yohanes Rehi Kaka di kediamannya Hoha Wungo, Kamis, (3/3/22) pukul 9.00 Wita

Lanjut Kades, Dan semua itu saya bersyukur saat ada tantangan karena saya bisa mengetahui titik-titik mana yang bermasalah dan setelah ini saya akan segera menyelesaikan termasuk di Dusun tiga Waika hoba, dusun dua dan dusun empat serta Tanah di kantor Desa saya akan mengumpulkan seluruh tokoh untuk diskusikan bersama untuk dapat menyelesaikan masalah tersebut, Ungkap Kades

Sementara itu Dari Pihak Keluarga Kampung Bahewa yang datang di Kediamannya Kades, untuk memberitahukan bahwa mereka yang punya hak serta yang serahkan terkait tanah Desa di kantor tersebut kepada Pemerintah Desa masih jaman nya Manda Kedu,dan Keluarga Bahewa atas nama Albert Homba menyampaikan informasi ke kades bahwa tanah Desa harus di pending,karena pada saat pengukuran tidak butuh kami, ungkap, Albert Homba,hingga mereka Meminta kades agar pengukurannya,dipending karena belum beres saat itu, Ujar Albert Homba

Tautan

Kata Paroro,Teriakan Rakyat onlane. news.
Mantan Asisten 1 (satu), Setda kabupaten Sumba barat daya, Imanuel Horo,SH. Mengatakan bahwa,” Marilah kita mengembalikan Benang merah yang telanjur kusud,” Lantaran pergeseran nilai-nilai Budaya, Adat-isti adat, Tata cara Berbusana Adat,cara pakai kain,pakai sarung,Cara ikat kepala,simbol- simbol Adat-isti adat,yang merupakan kebiasaan nilai-nilai warisan leluhur,kita harus mengembalikan Nilai-nilai dan kebiasaan sesuai karakteristik wilayah perlu ditata kembali, sekarang yang terjadi pergeseran nilai dan krisis ketokohan yang mampu mengarahkan, membimbing, menuntun,dan mewariskan nilai-nilai kebiasaan .ungkap Mantan Asisten 1 (satu).


Lanjut Mantan kepala Bapeda kebupaten Sumba barat daya, Terjadinya Pergeseran nilai-nilai adat istiadat dan kebiasaan , terjadi pergeseran nilai nilai cara Berbusana Adat-isti adat,akibat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi,maka yang merupakan kebiasaan yang tertanam lama dari warisan Para leluhur kita diabaikan.tegas Imanuel Horo.


Lanjutnya lagi,Suami dari ibu Marta Pitang (Almarhum, mantan kepala Puskesmas Rada Mata,dengan mempunyai tiga orang buah hati: Mukmina Innya Horo,Catherina Rambu Kapu,dan Hermanus Rangga Horo.Bertolak dari itu Rasa memiliki adat istiadat dan nilai-nilai Budaya,maka di pandang perlu,kita dapat mengembalikan nilai-nilai tersebut, dengan memulai dari keluarga masing-masing, berdasarkan karakteristik wilayah masing-masing pula.pungkas Bapa Innya.


Pijakan Mantan Kadis perhubungan Kabupaten Sumba timur, meluruskan Nilai- nilai warisan leluhur ini,misalkan cara ikat kain di jaman IPTEK tersebut,lebih dominan ikat kain dipinggir,dan kelihat celana pendek,dan para gadis berbusana satu, pakai celana jins Levis,baru sarung,dan Ibu -ibu celana panjang baru sarung,pakai ikat dengan selendang, pakai tas moderen tidak ada sirih pinangnya, tempat sirih pinang yang asli,(kaleku kahu),isinya sirih pinang,tembakau.,selain itu cara ikat kepala,(pahegul), ujung selendang/ kain toko,warna kuning,merah,biru, hijau itu seleranya, dan ketika ujung selendang/kain yg di letakkan di kepala ditengah testa,dengan ukurannya 25 cm/30 cm, kebiasaan leluhur dulu,yg meletakkan di testa,itu bagi Rato yg sudah menyelesaikan tahapan adat istiadat/budaya,dengan sudah menyelesaikan,Tarek batu kubur leluhurnya,sudah buat rumah adat di kampung besar,sudah selesai saiso di kampung kebun/dusun(kalibatu),sudah pesta woleka, dikampung, bahkan sudah selesai pesta woleka dikampung besar (parona) baru meletakkan ujung selendang/kain di tengah testa,segai simbol Adat-isti adat, mengumumkan sebagai ayam jantan berkokok di tengah masyarakat.Itu sungguh sungguh dihargainya/paaka masuk dalam barisan Rato/Tokoh terpandang,saat sekarang ini, semakin bingung dalam berbusana Adat-isti Adat, karena serba modern dan kreasi modern.


Hal ini disampaikan kepada Medya ini,hari Sabtu,26/2/22.ketika Medya merapat di rumah kediamannya,kataparoro, kelurahan Langga Lero, kecamatan kota Tambolaka kabupaten Sumba barat daya, Profinsi Nusa tenggara timur NTT

terlepas hal tersebut, Pergeseran nilai-nilai adat istiadat dan nilai-nilai Budaya, longgar nya Budi pekerti,tata Krama, menghormati yg lebih umur,bapa mama, Opa Oma ,Guru-murid, perawat pasien, tidak saling menyapa Antara satu dan yang lainnya,seni menyampaikan isi hati, Berbicara sopan,dulu kebiasaan leluhur Bahwa dilamarnya Bapa mama, saudari perempuan,tidak bisa, saudari laki -laki,masuk kamar saudari perempuan utk bercermin dan sisir,anak harus menyayangi ibu, mama,dan Bapa,sebab surga ada dibawah telapak kaki ibu.


Lanjut Bapa Innya, untuk mengembalikan nilai-nilai budaya’ tersebut,kita Orang tua,harus memulai mewariskan nilai-nilai dan kebiasaan tersebut, Bermula dikeluarga,rumah tangga masing-masing, dengan ceritera dongeng,di sekolah sesuai tingkatan mulai paud,SD,SMP, SMA/SMK,dan Perguruan tinggi, Serta peniruan dilingkungan masyarakat.pungkasnya.Teriakan Rakyat online news.(Wily, Moses Bokol,Red/TR)

Tautan

Tambolaka-Kecamatan Kodi Utara – Terduga Pelaku Penganiayaan pada tanggal 12/2/22, Sudah di amankan oleh pihak Kepolisian pada hari Kamis malam tanggal 24/2/22 ,terduga pelaku penganiayaan yang diamankan oleh kepolisian ada dua(2)orang sedangkan satu masih buronan

Hal ini di sampaikan oleh Kapolsek Kodi Utara lewat Kanit res polsek Kodi Utara, Bripka Mauritius Ndiwal , di Lapangan pasola Rara Winyo, Jumat ( 25/2/22)

Dan Kanit Reskrim Polsek Kodi Utara,telah menyampaikan Informasi sebelumnya kepada Keluarga korban untuk membawa Korban dan Orang tua Korban serta saksi korban untuk menjalani pemeriksaan di Reskrim polres -SBD

Pada tanggal 23/2/22.Keluaraga Korban, Korban, Orang tua Korban serta Saksi Korban telah Mendatangi polres untuk menjalani Pemeriksaan dan Memberikan keterangan di Ruang Reskrim polres SBD, di laksanakan dan di tangani langsung oleh Bagian Reskrim polres- SBD sampai selesai

Sementara itu, Keluarga Korban dan Orang tua Korban Berharap penuh kepada pihak kepolisian agar diproses sesuai dengan aturan perundang-undangan, serta orang terduga yang masih buronan bisa diamankan oleh kepolisian, Kami juga berterima kasih kepada kepolisian yang telah bekerja keras hingga berhasil mengamankan terduga dua orang ,Ungkap Orang tua Korban Paulus Jaha Moda

Tautan

Tambolaka – Kecamatan Kodi – Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko bersama stafnya, serta Bupati Kornelius Kodi Mete, tiba di lokasi Vestival pasola untuk menyaksikan langsung atraksi Budaya Pasola Kedua di lapangan Rara Winyo, Desa Wura Homba Kecamatan Kodi Kabupaten-SBD, Propinsi Nusa Tenggara Timur, dan Moeldoko juga menyerahkan Cendramata untuk Pemda Kabupaten SBD yang di terima langsung oleh Bupati Kornelius Kodi dan sebagai wujud kehadiran KSP Moeldoko di Lapangan atraksi pasola, Rato Nyale Menyerahkan Patung Kuda Kepada KSP

Kegiatan penyerahan Tersebut di laksanakan di Lapangan pasola Rara Winyo, Jumat (25/2/22)

KSP Moeldoko Berpesan bahwa tetap pelihara, di jaga Budaya tersebut ,karena ada nilaia-nilai budaya yang harus di jaga, harus tetap dusetabilkan dimanapun ,ada didalamnya nilai-nilai luhur Bangsa kita ini, para satria berkuda harus memiliki keberanian ,merupakan perwujutan Keberanian Pahlawan Lokal Wona Kaka, Dia berjuang untuk kita semuanya ,berani itu harus di trabspormasikan, berani untuk berubah demi kemajuan Wilayah Kita, kemiskinan kita harus rubah untuk bersejahtera, demi Loda Waimaringi Pada Waima Lala, Ungkapnya

Sementara itu ketika Kadis pariwisata SBD, Inyoman Agust, MT, Tamu yang hadir nonton langsung pasola hanya KSP Moeldoko, Dan Harapannya terkait kehadiran KSP tersebut Ia bangga dan Senang karena kehadiran KSP tersebut memberikan semangat baru bagi Kita semua dan juga bisa menjadi tolok ukur bagi Wisatawan lain untuk bisa berkunjung di Daerah SBD ,juga sebagai penyemangat untuk kita lebih melestarikan budaya, sekaligus juga untuk menarik tamu-tamu yang lain, Ungkapnya

Sementara itu Atraksi pasola berjalan dengan aman tertib, sampai selesai dengan aman, yang walaupun ada yang Korban Luka Bagian alis mata, hampir biji matanya, atas nama Bero Kabuhu dan Yang melempar korban Luka atas nama Adi Lalo atau Akrab di panggil Adi

Tautan

Tambolaka – Kecamatan Kodi – Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Ir. Wiratno,M.Sc, Sebagai Bintang Tamu, serta Beberapa Kepala Balai yang ada di Nusa Tenggara Timur, hadir menyaksikan Kegiatan Vestival Budaya Pasola Bondo Kawango, Desa Pero Batang Kecamatan Kodi Kabupaten Sumba Barat Daya Berjalan dengan lancar dan aman serta Damai semakin seru,dan dimulai pada pukul 02.00,yang dibuka dengan Kuda Nyali yang di larikan di tengah lapangan pasola

Kegiatan Vestival pasola tersebut di Laksanakan di Desa Pero Batang Kecamatan Kodi, Kamis (24/2/22) pukul 02.00 Wita

Sementara itu ,Ir. Wiratno, M.Sc ,Mengatakan bahwa dirinya hadir menyaksikan langsung Vestival Pasola Bondo Kawango, ia Juga ada agenda penting yang ia pandu yakni Kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor), Bersama seluruh Kepala Balai Se-NTT, Ia berpesan terkait dengan Wisata di Sumba ada Dua, yakni Wisata Alam dan Wisata Budaya, Keindahan Alam perlu di Perhatikan dan terus di pelihara serta di rawat dengan baik, Demikian juga dengan Wisata Budaya Pasola, terus di lestarikan ,Keragaman Budaya perlu di perhatikan. Sumba Punya Keunikan Budaya, Kita harus jaga, di pelihara agar generasi muda perlu melestarikan terus Budaya ini, kerena Destinasi Wisata Budaya Pasola merupakan Kegiatan yang incar bagi penggemar dari Wisatawan-wisatawan Manca Negara dan Wisatawan Lokal ,Ungkapnya

Sementara itu, Ungkap, Ferdinand Dapa Deda, Ir. Wiratno,M.Sc, Selain Hadir menyaksikan Kegiatan Vestival pasola, Ia juga hadir Mengikuti Rapat Koordinasi Lingkup KLHK di Aula Hotel ELO- SBD, Se-NTT Rabu 23/2/22, bersama seluruh Kepala Balai Se-NTT ,setelah itu Ia juga Masih ada kegiatan di lewa dan Waingapu, Ujar Ferdinand Dapa Deda Koordinator Rombongan dan Kepala Badan Lingkungan hidup

Sementara itu, turut Hadir Kapolres Sumba Barat Daya bersama seluruh Pejabat Polres,dan Anggota, Serta Brimob dan TNI kawal Pengamanan Pasola hingga Pasola Berakhir dengan Baik dan aman

Yang walaupun beberapa Orang jatuh dari kuda dan kena kayu lembing tetapi tetap kegiatan meriah,tidak ada yang Luka,serta berakhirnya Kegiatan pasola Bondo Kawango, tepat pukul 04.15 Wita, Kuda Nyali di Larikan tandanya bahwa waktu telah pas ( Wily)

Tautan

Tokoh Masyarakat Desa Limbu Kembe Telah Kembali Kepada Sang Pencipta

Tambolaka – Kodi Utara – Tokoh Pejuang Pemekaran Desa Limbu Kembe Kecamatan Kodi Utara Yosef Rangga Mone telah berpulang di pangkuan sang Pemilik kehidupan, Yosef Rangga Mone pernah mencalonkan diri sebagai Kepala Desa namun tidak berhasil, sebelumnya ia Kepala urusan (Kaur) Persiapan Desa Limbu Kembe secara definitif, sebagai peletak dasar Desa Limbu Kembe, Almarhum telah kembali kepada sang pencipta, Rabu (9 /2/22)

Hal ini di Sampaikan oleh Anaknya Fransiskus Wonda Mete, lewat Telepon selulernya ,Rabu ( 9/2/22) Pukul 3.15 Wita

Yosef Rangga Mone, Menderita sakit luka pada bagian pipi kiri berbulan-bulan, sampai di larikan kerumah sakit Kupang untuk menjalani perawatan , tetapi tetap saja tidak mengalami perubahan, pengobatan alternatif lain nya tidak mumpuni , hingga ia Menghembuskan Napas terakhirnya pada hari Rabu ( 9/2/22) dini hari

Tangis haru keluarga Besar Mete menyelimuti Kampung paletong, ia tinggalkan dua orang istri dan lima(5) orang Anak, Dua (2) Orang Putra, tiga(3) orang Putri

Kini Ia tinggalkan pula, Empat orang Saudaranya, Dua(2) orang Putra, dan dua (2) orang Putri serta semua keluarga lainnya, keluarga hanya pasrah merelakan kepergiannya, karena sesungguhnya Tuhan pemilik Keputusan dan kehendak kehidupan Manusia, Ia telah menciptakan Manusia dan pada akhirnya ia memanggil kembali ,terpujilah Nama Tuhan

Dan Almarhum, Bapak Yosef Rangga Mone, akan di makamkan pada hari senin ( 14/2/22)

Tautan

Isak Tangis Mengiringi Kepergian Kades Homba Pare

Tambolaka-Kecamatan Kodi Utara -Kepala Desa Homba Pare Andreas Lota Jahamede Menghembuskan Nafas terakhirnya,Rabu( 9/2/22) pukul 6.00 wita, di Puskesmas Kori Kecamatan Kodi Utara Kabupaten Sumba Barat Daya

Kades Homba Pare baru di lantik tiga bulan yang lalu ,yang terpilih pada 30 Juni 2020,dan baru dilantik tiga bulan yang lalu tahun 2021

Hal ini disampaikan oleh keluarganya Picce Angga ,saat media konfirmasi, Kamis (10/2/22)

Dan penyebab meninggalnya Kades tersebut ia mengidap Penyakit TBC, Hingga ia menghembuskan Napas terakhirnya di Puskesmas Kori Kecamatan Kodi Utara Kabupaten Sumba Barat Daya