Tautan

Keluarga Korban Meminta Kepolisian Agar secepatnya Mengamankan terduga Pelaku Penyerangan

Tambolaka- Kodi Utara – Keluarga dan Korban telah melaporkan di Polsek Kodi Utara,pada tanggal (23/3/22), terduga Pelaku-pelaku Penyerangan dan Kekerasan,Gregorius Radu Bani Inisial (GRB), Paulus Ra Mone, Inisial (PRM),Markus Muda Kondo, Inisial (MMK), Agustinus Rangga Homba, Inisial (ARM), Gregorius Radu Gheda, Inisial (GRG), Pati Laura ,Inisial (PL) ,Rato Bone ,Inisial (RB),dan Rombongan Homba Kawica, hingga akibat Serangan dan Kekerasan pelaku-pelaku tersebut menyebabkan dua orang mengalami luka terkena busur panah ,Yakni Laurensius Lere Deta, Terluka di bagian betis bagian Kanan terkena busur panah dan Agustinus Malo Ngedo, Terluka di bagian telapak Kaki kanan terkena busur panah,dan keluarga Korban berharap Kepada pihak Kepolisian agar secepatnya di amankan,karena pelaku-pelaku saat berkeliaran di Kampung Homba Kawica, dan bahkan pada hari sabtu pelaku-pelaku tersebut, di duga Kembali mendatangani keluarga Korban mencaci maki, dan tiap Malam kami tidak nyaman Karena saat ini ada Rombongan terus yang selalu mengganggu kami

Hal ini di sampaikan oleh Korban, Laurensius Lere Deta, Kepada Media, Sabtu (9/4/22)

.Kronolgis Kejadian, Pada tanggal 22/3/2022,Korban Laurensius Lere Deta bersama Anak-anak nya Sedang menyemprot rumput,persiapan tanam jagung kedua ,Sedang lainnya ada sementara tanam jagung , kemudian Rombongan Kampung Homba Kawica Desa Onggol Kecamatan Kodi, datang bersama pelaku-pelaku tersebut langsung menyerang, mencaci maki tanpa alasan, ketika tidak didengar, saat mereka mencaci maki, semua rombongan bersama terduga pelaku tersebut mengayunkan Panah mereka, hingga akhirnya kami terkena panah,kemudian kami memutuskan untuk pulang ke rumah , dan langsung kami pergi Kepuskesmas Bila Cenge Untuk menjalani perawatan , Ungkapnya

Harapan mereka, agar secepatnya terduga pelaku-pelaku penyerangan bisa di Amankan oleh pihak Keamanan dan di proses sesuai aturan yang berlaku, jika belum di amankan, mereka slalu mengganggu aktivitas kami, padahal sesungguhnya kebun yang kami bersihkan dan di tanami sudah bertahun-tahun kami tanami jagung dan padi sampai sekarang bukan tanah sengketa yang kami bersihkan , Ungkap Laurensius Lere Deta

Sementara itu, ketika Media menghubungi Kapolsek Kodi Utara, Ipda Victor Hendra Nana, SH, lewat telphon selulernya, tidak sempat mengangkat telpon

Tautan

Kadis Peternakan Kabupaten SBD Memberikan Bantuan Ternak kepada Beberapa Kelompok dikecamatan

Tambolaka ,Teriakan Rakyat onlane news,
Kadis peternakan Kabupaten Sumba Sarat Daya,drh . Okta Dapa Deda,MSI Mengatakan , Pemberian bantuan ternak sapi, kuda dan kambing di 11 Kecamatan dalam kabupaten Sumba barat daya, sebagai upaya pemulihan dampak virus ASF pada babi, dengan memperhatikan Situasi dan kondisi lingkungan yang ada dengan kecocokan alam yang terjadi di masing-masing wilayah.pinta drh.


Lanjut Kadis Peternakan , lantaran penyebab serangan virus ASF pada babi, Sebagai upaya pemulihan,dapat membagikan sejumlah sapi,kuda dan kambing,.bilamana warga masyarakat yang telah menerima bantuan untuk meningkatkan ekonomi Rakyat.


Demikian di sampaikan,kepada Media ini , di kantor dinas peternakan drh .Okta Dapa Deda,diruang kerjanya, Rabu (6/4/22)

Lanjut drh Okta Dapa Deda, jika warga masyarakat kabupaten Sumba barat daya, menyadari untuk mengembangkan budaya’ ternak sapi, kuda dan kambing,untuk tetap melestarikan dan tetap semangat mewariskan adat isti adat, karena kerbau,sapi,kuda,dan kambing, Sebagai materi inti persebilihan pada pesta woleka, dan syukuran hari hari besar di semua kalangan.
Pesta adat ini merupakan warisan leluhur, yang perlu kita wariskan, dan tidak boleh punah dan hilangkan,hanya mengurangi jumlah persembihan/hewan kurban.dan di wilayah kabupaten Sumba barat daya, Sangat berpotensi mengembangkan ternak piaraannya,tegasnya Dapa Deda, Supaya Masyarakat yg telah menerima bantuan sapi,kuda dan kambing,tetap jaga kepercayaan dan kejujuran dalam mengelola ternak tersebut,ungkapnya

Kadis peternakan kabupaten Sumba barat daya, Okta Dapa Deda, MSI.mengatakan Bahwa,” Untuk mengembalikan populasi ternak, Pemerintah Daerah Kabupaten Sumba barat daya,dapat membagikan sapi,kuda , kambing dan babi pada lima kecamatan secara bertahap dengan memperhatikan kondisi lingkungan.”

Lanjut Kadis Peternakan kabupaten Sumba barat daya, dr.Okta Dapa Deda, MSI, mengatakan bahwa", Untuk mengembalikan populasi ternak, Pemerintah Daerah Kabupaten Sumba barat daya ,membagikan ternak Sapi, Kuda,kambing,dan babi, disebelas Kecamatan yg ada dalam kabupaten Sumba barat daya,dengan memperhatikan kondisi lingkungan,dalam artian kecocokan berdasarkan kondisi dan wilayah serta kesiapan lahan pengembaliannya.". Tutur,dr peternakan Okta

Lanjut,Okta Dapa Deda, adapun pembagian populasi yang dibagikan di masyarakat,Yaitu: Sapi ada 209 ekor, terdapat 19 Kelompok,tersebar di 5 kecamatan;Kuda terdapat 99 ekor,terbagi di 9 kelompok,tersebar di 4 kecamatan; Kambing 210 ekor,terbagi di 21 Kelompok,tersebar di 5 kecamatan; Babi dalam rencana 150 ekor tersebar di 5 kecamatan dan Realisasi nya hanya 50 ekor babi,karena penyediaan stok babi mengalami penurunan akibat penyakit babi lagi meraja lelah penyebaran virus.ungkap dr Okta

Lanjut Dapa Deda, Dengan pembagian ternak tersebut, karena populasi ternak di Antero Sumba barat daya,akibat pesta adat istiadat,tradisi budaya',dan penyembelihan potong hewan kurban, Lewat,pesta woleka,saiso, syukuran lain, serta saat kematian itu yang banyak hewan kurban,akibat mempertahankan status sosial. Dapat di sampaikan di Medya ini,pada beberapa hari lalu, Rabu tgl 16/3/22, saat di temui di ruang kerjanya pada Dinas kabupaten Sumba barat,jalan weekelo,desa Rada Mata, kecamatan kota Tambolaka

Harapan Kepala Dinas peternakan kabupaten Sumba barat daya, dengan membagikan populasi ternak,bilamana pada Kelompok yg mendapat bagian,harus serius dan fokus mengurusi nya, Supaya dapat menambah pendapatan keluarga,dan dari pihak lain dapat meningkatkan ekonomi keluarga dalam menata dan memperbaiki hidup masyarakat pada umumnya,dan khususnya dapat menyekolahkan anak ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi

Lanjut dr.okta,sebagai upaya untuk meningkatkan ekonomi Rakyat,Bupati Sumba barat daya,dr Kornelius Kodi Mete,dapat menutupi pesta woleka, saiso, syukuran, dan unsur pesta lain,selama 5 tahun kedepannya, dengan tujuan supaya Masyarakat memperbaiki ekonomi keluarga dan dapat mengembalikan populasi ternak yang cukup besar saat itu.pungkasnya

Lanjut drh.Okta Dapa Deda, dapat menguraikan ini,di anggar kan dari APBN,sapi 20 ekor,1(satu ) kelompok,dan Babi 60 ekor,gagal, selain itu,dari APBD provinsi,kambing 110 ekor,di sebarkan di sebelas(11) kelompok.sedangkan ayam pedaging di bantu Lewat Kube, terdapat 5 kelompok.pungkasnya, ( Wily/Moses/Red/TR)

Tautan

Saya belum dapat berita acara pelantikan perangkat Desa dari Kodi Utara

Tambolaka-Kecamatan Kota -Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa ,Semon Lende Mengatakan Kepada Perangkat Desa Kalena Rongo Kecamatan Kodi Utara yang datang menemui Kadis di Ruang kerjanya bahwa dirinya belum mendapatkan hasil Verifikasi berkas dari Kecamatan Kodi Utara, dan sampai Saat ini masih menunggu hasil Verifikasi dari Camat, sesuai prosedur kami masih tunggu, karena camat Kodi Utara berpedoman pada aturan yang ada, bahkan untuk kodi Utara saya dengar belum ada satupun Desa yang melaksanakan pelantikan perangkat Desa ,belum ada satupun Rekomendasi yang ia keluarkan, kerena camat Kodi Utara pegang aturan ,dan seandainya ada Desa yang paksa melaksanakan pelantikan saya harus tanya dulu aturan yang mana yang mereka pakai, kalau sudah ada pelantikan pasti ada SK dan pasti pak camat mengetahui, sampai hari ini kodi Utara belum ada hasil verifikasi yang di sampaikan Kepada Kami Dinas PMD , dari Desa lewat Camat yang sudah mengikuti Prosedur aturan . Dan kalau ada persoalan harus diselesaikan di kecamatan, kami hanya mengintervensi saja sesuai Regulasi,dan Setelah sudah sesuai aturan atau Regulasi pasti akan ada Rekomendasi dari Camat untuk Kades bisa Melantik perangkat Desa

Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas PMD,semon Lende, di Ruang Kerjanya, Jumat (8/4/22)

Ungkap Lanjut,Kadis PMD Semon Lende, camat memberikan Rekomendasi kepada Desa untuk Melantik perangkat Desa, kalau sudah memenuhi syarat atau sudah sesuai aturan yang berlaku, dan bahkan sampai hari ini saya belum dapat berita acara pelantikan dari kodi Utara, jadi Bapak mereka jika belum ada SK pemberhentian silakan jalani saja pekerjaan ,yang walaupun sudah menyampaikan surat pengaduan tapi sepanjang belum ada pelantikan perangkat Desa , harus lakukan koordinasi dengan pak Camat ,karena yang memberikan Rekomendasi adalah camat Kodi Utara, Ungkap Kadis PMD Semon Lende

Sementara itu Kedatangan Perangkat Kalena Rongo di kantor PMD, menemui langsung Kadis, mereka menanyakan terkait surat pengaduan mereka dan bertemu dengan kadis, karena Mereka saat hendak masuk kantor Desa Kades melarang untuk masuk, bahkan ia mengatakan bahwa kamu tidak diterima, ungkap Andreas Radu Kaka, menirukan ungkapan kades Rofinus Gheru Kaka

Bahkan Kades mengatakan kepada mereka pergi ambil SK yang mau memberikan kamu SK, Ujar Andreas Radu Kaka, menirukan ungkapan Kades

Dan kami tetap berjuang karena aturan, agar keadilan tetap tegak di atas kebenaran, ungkap Andreas Radu Kaka dan Kawan-kawan nya

Sementara itu media belum berhasil Konfirmasi Camat dan Kepala Desa Kalena Rongo

Tautan

Ide Bodoh saya kalo mau petani sejahtera

Tambolaka-Camat Laura Yengo Tada Kawi Mengatakan lewat Group WA ,Forum Menuju SBD, ada beberapa Idenya untuk Mensejahterakan Masyarakat, Beberapa Ide tersebut dia rincikan dan mengajak Anggota Grup untuk berdiskusi tentang kesejahteraan rakyat

Hal ini Ia sampai lewat Group WA, Forum Menuju SBD, Kamis (7/4/22)

Ini Beberapa Ide Cemerlang dari Camat Laura Yengo Tada Kawi

  1. Kawal tegas seluruh alokasi anggaran pertanian…dana desa, APBD2, APBD1, dan Dana Kementerian bahkan dari Donatur atau pihak lain.
  2. Tractor besar ditempatkan di Tiap BPP PPL kecamatan atau per desa.. minimal 1 desa 1 tractor besar.
  3. Seluruh pengadaan bibit, pupuk, dan sarana dan prasarana lain untuk hortikultura, dan kegiatan tanaman lain 2 bulan sebelum tanam harus ada di Kantor BPP PPL KECAMATAN.
  4. Seluruh proses olah lahan dalam pengendalian TIM PPL Kecamatan.
  5. Tim PPL kecamatan difasilitasi dg kendaraan operasional seperti double cabin, Motor clx.. serta biaya makan minum, transport dan insentif untuk full time di petani.
  6. Bumdes Harus aktif dan kerjasama dengan PD perusahaan daerah seperti LAWADI untuk proses marketing sehingga PETANI hanya tahu terima uang…
  7. Pendamping desa bersama BUMDES ,TIM PKK Desa berfungsi untuk management rumah’ tangga Edukasi dan sosialisasi bersama Perbankan dalam penggunaan uang sehingga tidak melakukan KESIA2AN dalam pengeluaran uang hasil pertanian.
  8. Semua Kegiatan pertanian dalam bentuk kelompok tani yg berpusat pada GAPOKTAN..
  9. Jika poin 1 sampai 8 dilakukan Saya yakin PETANI KITA AKAN MENUJU MANDIRI SUATU WAKTU LAHIR DESA MANDIRI…
    MARI KITA DISKUSI..INI IDE2 SAYA…AYO KITA DEBAT TENTANG PERTANIAN… TRIMA KASIH 💪💪🔥🔥🙏🙏
Tautan

Keluarga Korban, Meminta Kepolisian Agar Segera Mengamankan Terduga Pelaku Penyerangan

Tambolaka-Kodi Utara – Keluarga Korban Penyerangan dan Kekerasan Yang di lakukan Oleh Rombongan Kampung Homba Kawica, dan terduga Pelaku-pelaku ,berinisial GRB dan PRM bersama 5 orang lainnya yang Melakukan penyerangan dan Kekerasan yang terjadi di Desa Hoha Wungo Kecamatan Kodi Utara Kampung Kalembu Laba,Kabupaten Sumba Barat Daya, hingga mengakibatkan dua orang mengalami Luka ,Laurensius Lere Deta dibagian Betis Kaki kanan , Anak panah tembus dan Agustinus Malo Ngedo Luka di bagian telapak kaki bekas panah, sampai saat ini terduga pelaku-pelaku Kekerasan, polisi belum amankan,karena kejadian ini mereka telah melaporkan ke pihak kepolisian, (23/3/2022)

Hal ini di Sampaikan oleh keluarga Korban, Wilhelmus Wonda Mabaha, Kepada Media, Sabtu (26/3/22)

Kronolgis Kejadian, berawal saat dua orang Korban melaksanakan Kegiatan semprot di kebun mereka dan keluarga lainnya Sedang menanam jagung ,tiba-tiba Rombongan Kampung Homba Kawica dan terduga yang berinisial GRB dan PRM bersama 5 Orang lainnya yang di kenal, melakukan Serangan dan caci Maki secara berulang-ulang.,tetapi saat itu pihak Korban tidak merespon sampai mereka melepas Panah dan mengenai kaki dua orang Korban bagian betis dan telapak kaki

Harapan Keluarga Korban,Laurensius Lere Deta dan Wilhelmus Wonda Mabaha berharap dan Meminta Pihak Kepolisian untuk secepatnya mengamankan terduga pelaku-pelaku penyerangan dan Kekerasan, karena setiap malam kami diganggu terus menerus, Ungkap Wilhelmus Wonda Mabaha

Sementara itu, Kasat Reskrim polres SBD,IPTU.Yohanes E. R. Bala, SE, Mengatakan bahwa belum mendapatkan laporan dari Polsek Kodi Utara, dan saat ini saya sedang monitor dalam berita, Ungkap Kasat Reskrim polres SBD

Sementara itu, Kapolsek Kodi Utara, Ipda.Victor Hendra Nana, SH, saat Media konfirmasi lewat telphon selulernya, Ia mengatakan sementara berada di Polres SBD , sementara ada kegiatan sebagai Wasit ,Ungkapnya

Tautan

PGRI Berduka, SMP PGRI Mandungo Berkabung

Tambolaka – Weemete, Teriakan Rakyatonline,news
PGRI Berduka, SMP PGRI Mandungo Berkabung, kisah Maria Melantika Bore, meninggal dunia, karena kecelakaan lalulintas, Ketika dirinya pulang sekolah,dan masih di larikan keruma sakit karitas weetebula,setelah sampai telah menghembuskan nafas terakhir.
Peristiwa kecelakaan lalulintas merenggut nyawa Maria melantika Bore, Senin 21/3/22, Saat pulang’ sekolah dengan jalan kaki ,siang itu,sekitar 20 meter lagi tiba dirumahnya, dengan lari ngebut oto expedisi dari barat dengan oto pic up juga lari ngebut, karena saling Sili,pada akhirnya siswa SMP terhempas kena Kepala,terjatuh

Kejadian tersebut, Senin (21/3/22),


Kedua Org tua, Bapa Soleman Tanggu Bore, Ibunda tercinta nya Veronika Bili,seharian Jumat 25/3/22, air mata lara dan kesedihan yang mendalam,bersama gusuran hujan kabut kampung Weemete melanda keluarga duka.
Selain itu,para guru dan barisan teman SMP PGRI Mandungo, kepala sekolah Paulus Ngongo Riada, tidak mengungkap kan sepatah kata,hanya linang air mata kesediaan yg mendalam,mengiringi kepergian siswa terbaik,mengukir prestasi kreatif nya, karena rencana Tuhan yang terjadi,hanya doa dan air mata kesediaan duduk kaku dikursi biru,saat acara penguburan Maria Melantika Bore,dan selama acara berlangsung,hujan turun melebati suasana duka


Dalam acara pengebumian Maria Melantika Bore,yang adalah putri terbaik dan berprestasi dan baru semingguan terpilih menjadi ketua OSIS,yg walaupun diri nya baru duduk ke VII SMP PGRI,terpilih secara demokrasi, dapat mengalah kan teman teman semester VIII dan Semester IX


Sementara itu, barisan guru PGRI,bertindak sebagai barisan yg menerima pety jenasah dari keluarga duka,untuk dilakukan penguburan kedinasan siswa, dan almarhumah Maria Melantika Bore, dikubur secara Dinas PGRI, karena meninggal saat pulang sekolah,belum sampai dirumah Orang tua nya, mencatat sejarah, Sebagai siswa Pahlawan yang meninggal dalam menjalani tugas sebagai siswa belajar


Saat acara penguburan, Sebagai komdan upacara di pimpin langsung, mantan Kepala sekolah SMP PGRI Mandungo,Okta.Y.O Mati Tillu. Dan sebagai irit,di pandu langsung wakil ketua PGRI kabupaten,Asterius Bili Bora


Dalam sapaan keluarga,di wakili Stefanus J. lalu, penyampai permohonan maaf, bila mana dalam pelayanan kurang berkenan, mohon dimaafkan,dan mohon dukungan dari keluarga,handataulan, meringankan perjalanan anak kami,Maria Melantika Bore,menuju istana surgawi


Sementara itu,ketua PGRI yg diwakili oleh wakil ketua PGRI kabupaten Sumba barat daya,Asterius Bili Bora, dapat menyampaikan bahwa,Rasa duka yang mendalam kepada keluarga duka,dan selama ini, dilakukan penguburan kedinasan,hanya PNS yg aktif dan pensiun Guru,akan tetapi,hari ini,kita lakukan penguburan secara kedinasan karena Putri terbaik dan berprestasi, SMP PGRI Mandungo,masih melekat tugas siswa pergi sekolah, dalam perjalanan pulang mendapatkan kecelakaan lalulintas merenggut nyawa Maria melantika Bore.
Hari ini Maria Melantika Bore,pergi untuk selama – lamanya,dan akan tumbuh subur Maria Melantika Bore,sikap, prestasi, jabatan sebagai ketua OSIS pada SMP PGRI Mandungo, kibarkan bendera perjuangan untuk semakin berprestasi dan SMP PGRI Mandungo tetap harum namanya. Pungkasnya

PGRI Berduka, SMP PGRI Mandungo Berkabung”.

Tak disangka
Di sela itu,Devi teman akrabnya, kelas VII,mengiringi bait dan larikan puisi dengan judul: PGRI Berduka, SMP PGRI Mandungo Berkabung”. Tak disangka Putri terbaik SMP PGRI Mandungo,telah hilang Bagaikan anak Ayam disambar elang. Maria Melantika Bore engkau terpilih menjadi ketua OSIS SMP PGRI Mandungo,kini engkau telah pergi untuk selamanya tak akan kembali,namun tetap terkenang kami semua

Suaramu lembut terdengar engkau Memimpin barisan apel pulang'sekolah,kata kata doamu engkau Memimpin Doa keluar sekolah',tetap tergores dihati kami Guru-Guru dan teman-teman siswa, sungguh-sungguh mendalam , sungguh sungguh sedih yang mendalam untuk kami semua Hari Senin tgl 21 Maret 2022, seolah-olah engkau berdoa di taman Getsamani untuk berpisah dengan kami, karena detik-detik itulah engkau seakan-akan debat dengan maut

Hari ini jumad,25/3/22,kami Guru-guru mu Bersama bersama teman-teman mu melepaskan engkau pergi karena dermaga Pintu surgawi siap menyemput mu, selamat jalan Anaku,selamat jalan teman,kibarkan layar iman mu, Menu pantai Surgawi.Daaaaaaaaa Melantika Bore.......

Dengan iringan Isak,tangis dan air mata kesediaan.

Tautan

Semoga terduga pelaku penyerangan secepatnya diamankan oleh Keamanan

Tambolaka – Kodi Utara -Keluarga Korban telah Menyampaikan laporan kepada Polsek Kodi Utara tentang Kasus penyerangan yang dilakukan oleh Rombongan Kampung Homba Kawica,Hingga Mengakibatkan dua orang keluarga mengalami luka berat karena terkena panah, Laurensius Lere Deta mengalami Luka dibagian betis Kanan , mata panah tembus di sebelah, serta Agustinus Malo Ngedo Mengalami luka pada bagian telapak kaki kanan karena terkena anak panah, terduga pelaku-pelaku berinisial, GRB dan PRM bersama Rombongan

Hal ini di Sampaikan oleh, Keluarga Korban Luka, Kepada Media, Selasa (23/3/22)

Kronolgis Kejadian, Berawal saat Korban Laurensius Lere Deta bersama Anak-anak nya Sedang menggendong tengki untuk menyemprot rumput,persiapan tanam jagung kedua ,Sedang lainnya ada sementara tanam jagung , kemudian Rombongan Kampung Homba Kawica Desa Onggol Kecamatan Kodi, datang bersama pelaku-pelaku tersebut langsung menyerang, mencaci maki tanpa alasan, ketika tidak didengar, saat mereka mencaci maki, semua rombongan bersama terduga pelaku tersebut mengayunkan Panah mereka, hingga akhirnya kami terkena panah,kemudian kami memutuskan untuk pulang ke rumah , dan langsung kami pergi Kepuskesmas Bila Cenge Untuk menjalani perawatan , Ungkapnya

Harapan mereka, agar secepatnya terduga pelaku-pelaku penyerangan bisa di Amankan oleh pihak Keamanan dan di proses sesuai aturan yang berlaku, jika belum di amankan, mereka slalu mengganggu aktivitas kami, padahal sesungguhnya kebun yang kami bersihkan dan di tanami sudah bertahun-tahun kami tanami jagung dan padi sampai sekarang bukan tanah sengketa yang kami bersihkan , Ungkap Laurensius Lere Deta

Dan sejak berita ini diterbitkan, belum konfirmasi kepada keluarga Kampung Homba Kawica

Tautan

Rudolf Radu Holo, Ketua DPRD SBD : Wewenang Kami Awasi dan Kawal Aturan serta Tegakkan

Tambolaka- Kecamatan Kota – Ketua DPRD Kabupaten Sumba Barat Daya Rudolf Radu Holo, Mengatakan, kewenangan Kami DPRD, Mengawasi Aturan seperti ketentuan, Ketentuan Permendagri Nomor 83 Tahun 2015 , Tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Perangkat Desa, Sebagaimana telah di ubah dengan Permendagri Nomor 67 Tahun 2017,Tentang Perubahan Permendagri nomor 83 Tahun 2015, tentang Pengangkatan dan Pemberhentian perangkat Desa ,Edaran Mendagri Nomor 141/4268/SJ,Tanggal 27 Juli 2020, Surat Edaran Bupati Sumba Barat Daya nomor BU.600/15/53.18/I/2022,Tanggal 7 Januari 2022 Tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Perangkat Desa ,serta Perda Nomor 6 Tahun 2016 , Tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Perangkat Desa Kalena Rongo Kecamatan Kodi Utara Kabupaten Sumba Barat Daya

Hal ini di Sampaikan oleh, Ketua DPRD SBD, Rudolf Radu Holo kepada Media ,saat Media Konfirmasi diRuang kerjanya, Selasa ( 22/3/22) Pukul 13.00

Lanjut, Ketua DPRD SBD, Terkait dengan Desa-desa yang melakukan Pengangkatan dan Pemberhentian Perangkat Desa, Tim Komisi A yang membidangi sekarang mereka sedang bekerja termasuk Desa Waipaddi, dan beberapa Desa lainnya, sementara itu terkait dengan Masalah pergantian serta pengangkatan dan Pemberhentian perangkat Desa untuk kodi Utara terkhusus Desa yang tidak memperoleh Rekomendasi dari Camat itu secara yuridis belum sah, Ungkap Ketua DPRD SBD

Ujarnya Lanjut, Langkah yang Kami lakukan bersama dengan Komisi A, kami akan Rapat Kerja dengan Mitra dari pemerintah, Bagian Hukum, Insfektorat SBD, Dinas PMD dan lain sebagainya, untuk membahas tentang persoalan tersebut,Ungkap Ketua DPRD SBD

Tautan

Perangkat Desa Kalena Rongo, Lapor Kades ke Bupati SBD, Ketua DPRD dan Ketua PMD,Camat Kodi Utara

Tambolaka- Kadula – Perangkat Desa Kalena Rongo Kecamatan Kodi Utara, Andreas Radu Kaka Kaur Desa, Yosep Pira Bila Kepala Dusun tiga, Rafail Rehi Teko Kaur Keuangan, Petrus Rangga Mone Sekretaris Desa, Mereka Mengatakan Telah Menyampaikan Laporan Pengaduan tertulis Kepada Bupati Sumba Barat Daya, Ketua DPRD Kabupaten Sumba Barat Daya, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa(PMD)SBD, Camat Kodi Utara, terkait Hasil Verifikasi Berkas dan Penjaringan serta Penyaringan Pengangkatan dan Pemberhentian Perangkat Desa Kalena Rongo yang di lakukan oleh Kepala Desa dan Panitia yang di bentuk oleh Kades tidak sesuai dengan Ketentuan Permendagri Nomor 83 Tahun 2015 , Tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Perangkat Desa, Sebagaimana telah di ubah dengan Permendagri Nomor 67 Tahun 2017,Tentang Perubahan Permendagri nomor 83 Tahun 2015, tentang Pengangkatan dan Pemberhentian perangkat Desa ,Edaran Mendagri Nomor 141/4268/SJ,Tanggal 27 Juli 2020, Surat Edaran Bupati Sumba Barat Daya nomor BU.600/15/53.18/I/2022,Tanggal 7 Januari 2022 Tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Perangkat Desa ,serta Perda Nomor 6 Tahun 2016 , Tentang Pengangkatan Pemberhentian Perangkat Desa Kalena Rongo Kecamatan Kodi Utara Kabupaten Sumba Barat Daya

Hal ini di Sampaikan oleh, Andreas Radu Kaka, saat Media konfirmasi pada Waktu Mereka ada di Kantor PMD antar Laporan , Selasa, ( 22/3/22)

Lanjut Andreas Radu Kaka, Kami di katakan berhenti dari Jabatan Perangkat Desa tidak ada alasan serta dasar , hanya Ia mengatakan kami tidak Profesional, sementara berkas kami lengkap mulai dari SD sampai SMA serta seluruh Persyaratan lainnya lengkap, sementara itu juga memenuhi persyaratan sesuai aturan yang berlaku, Kami tidak mengundurkan diri, Kami belum berumur 60 tahun, kami tidak ada kasus pidana, Rajin menjalankan tugas, Ungkap Andreas Radu Kaka

Ujarnya Lanjut, Kami Berharap agar Bupati Sumba Barat Daya Memberikan teguran tertulis secara tertulis serta Pemberhentian sementara Kepada Kepala Desa Kalena Rongo, berdasarkan UURI Nomor 6 Tahun 2014,Tentang Desa Pasal 28, Ungkapnya

Sementara itu, Saat Media konfirmasi kepada Kades Kalena Rongo Rofinus Gheru Kaka, saat menemuinya di Kantor PMD, Enggan memberikan Komentar dan serta mengatakan kepada Media Dia belum bisa memberikan komentar

Sementara itu ketua DPRD Rudolf Radu Holo, Mengatakan Kami Sebagai DPRD Kabupaten Sumba Barat Daya, Berwenang untuk kawal dan Awasi, Peraturan perundang-undangan,seperti Ketentuan Permendagri Nomor 83 Tahun 2015 , Tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Perangkat Desa, Sebagaimana telah di ubah dengan Permendagri  Nomor 67 Tahun 2017,Tentang Perubahan Permendagri nomor 83 Tahun 2015, tentang Pengangkatan dan Pemberhentian perangkat Desa ,Edaran Mendagri Nomor 141/4268/SJ,Tanggal 27 Juli 2020, Surat Edaran Bupati Sumba Barat Daya nomor BU.600/15/53.18/I/2022,Tanggal 7 Januari 2022 Tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Perangkat Desa ,serta Perda Nomor 6 Tahun 2016 , Tentang Pengangkatan Pemberhentian Perangkat Desa Kalena Rongo Kecamatan Kodi Utara Kabupaten Sumba Barat Daya,Unkap Ketua DPRD SBD

Tautan

Perangkat Desa Kalena Rongo, Lapor Kades Ke Camat Kodi Utara

Tambolaka-Kodi Utara – Andreas Radu Kaka Kepala Urusan (Kaur), Bersama tiga (3) Orang lainnya Yakni, Petrus Rangga Mone (Sekretaris Desa Kalena Rongo ), Rafael Rehi Teko, (Kaur Keuangan), Yosef Piro Billa (Kepala Dusun tiga),Mereka adalah Perangkat lama yang tidak di Akomodir oleh Kades,saat evaluasi dan Verifikasi berkas, Dan Mereka Menyampaikan Laporan Pengaduan Mereka kepada Camat Kodi Utara Karena Kepala Desa Kalena Rongo Rofinus Gheru Kaka ,Terkait Pemberhentian dan Pengangkatan Perangkat Desa , Karena Nama-nama Mereka tidak termasuk dalam penetapan yang di bacakan oleh Kades saat Kepala Desa Menetapkan hasil Evaluasi dan Verifikasi Berkas,Kamis (17/3/2022), Sementara perangkat Lama tersebut telah memasukan berkas sesuai Petunjuk dan pedoman berdasarkan Surat Edaran Menteri dalam Negeri dan surat edaran Bupati SBD, bahkan berkas tersebut lengkap, tetapi Penilaian Kepala Desa Mengatakan kepada mereka bahwa berkas mereka dinyatakan tidak lengkap bahkan Kades mengatakan seperti proposal yang di buat, mereka me masukkan di Panitia Verifikasi pemberhentian dan pengangkatan perangkat Desa, sementara seluruh persyaratan sesuai Aturan yang berlaku lengkap tidak ada satupun yang kurang

Hal ini disampaikan oleh Andreas Radu Kaka, Kepada Media lewat telphon selulernya , Jumat (18/3/22) Pukul 21.56 Wita

Lanjut Andreas Radu Kaka, bahkan setelah ia menetapkan Nama-nama tersebut nama -nama kami tidak ada dalam penetapan sesuai hasil evaluasi kades padahal berkas mereka lengkap, ungkap Andreas Radu Kaka

Lanjutnya lagi, yang ada dalam Penetapan hasil Verifikasi mereka, hanya nama-nama orang baru yang Ia rekrut dan tetapkan

Sementara alasan Kades, tidak mengamodir menurut Andreas, bahwa berkas yang ia masukan kades mengatakan “seperti proposal ” hingga itu yang menjadi alasan kades , kami tidak lolos, Ungkap Andreas Radu Kaka

Sementara itu, Ijasah kami lengkap dari SD Sampai SMA atau sederajat,serta seluruh berkas lengkap, kami juga belum umur 60 Tahun, juga kami rajin bekerja ,saat Andreas Radu Kaka mau berkomentar, Kades juga tidak Memberikan Kesempatan untuk berbicara, benar-benar Ia pakai kekuasaan nya, Ujar Andreas

Kades juga Mengarahkan kepada Kami untuk Melapor kepada yang lebih tinggi lagi, bahkan ia mengatakan Dia tunggu selama tiga hari ,Ungkap Andreas Radu Kaka

Sementara itu, Juga Camat Kodi Utara, Heribertus Dara Hakalolu, Membenarkan Bahwa ada Laporan dari Perangkat Desa Kalena Rongo, Menemui di kediamannya Orang tuanya ,laporan tersebut terkait pemberhentian dan pengangkatan perangkat Desa tersebut di Desa Kalena Rongo, dan Tangagapan camat terkait Laporan tersebut ia mengatakan bahwa baru mendapatkan Informasi sepihak sedangkan kades Ia belum hubungi,belum Komplit Informasi tersebut,yang Walaupun di beberapa Group-Group Whatsapp saya sudah sempat lihat, dan saya belum sempat hubungi Kades,apakah benar informasi tersebut, dan saya belum bisa komentar banyak, Ungkap Camat Kodi Utara

Lanjut Camat Kodi Utara, Yang Walaupun Demikian kami telah melaksanakan Rapat dengan seluruh Kades Se-Kecamatan Kodi Utara, untuk segera melakukan Verifikasi persyaratan perangkat Desa sesuai dengan Surat Edaran Menteri dalam Negeri dan Surat Edaran Bupati Sumba Barat Daya, tapi sampai saat ini untuk Kodi Utara belum ada satu Desa pun yang memasukan hasil verifikasinya Mereka,Ungkapnya

Lanjut Camat Kodi Utara, Hingga Kalau ada Desa yang pelantikan atau pemberhentian itu sesungguhnya di luar Aturan ,dan sepanjang ini saya belum dapat itu hasil verifikasi mereka, dan sebenarnya mereka harus mendapat Rekomendasi dari Camat baru dapat Melantik perangkat setelah di kecamatan Verifikasi berkas tersebut dari Desa, Ungkap HakaLolu , sampai saat ini kami menunggu hasil Verifikasi mereka, berapa perangkat Lama yang memenuhi persyarat dan yang tidak memenuhi persyaratan untuk kami memberikan Rekomendasi kepada Kepala Desa, untuk mereka membentuk Tim Penjaringan atau Panitia Pengankatan Perangkat Desa melakukan Ujian dan Lain sebagainya, di proses hingga bisa ada pengangkatan Perangkat Desa, Hingga Hasil verifikasi tersebut di sampaikan ke Kecamatan dan Dinas PMD, hingga tidak Bisa Maunya Kades dan atur sendiri di Desa tetapi harus mengikuti petunjuk sesuai Aturan yang berlaku, Ungkap Camat Kodi Utara Dara Hakalolu

Tautan

Anak Kelas Lima SDK Waika Haka Tenggelam di Laut

Tambolaka-Kecamatan Kodi – Warga Kampung Lolo Kawango Desa Kadaghu Tana Dusun satu Kecamatan Kodi Utara,Ferdianus Bali Mema, Anak Kelas Lima(5) Sekolah Dasar Katolik(SDK) Waika Haka, Tenggelam di Laut Tanjung Karoso Desa Tanjung Karoso Kecamatan Kodi sekitar Pukul 15.15 Wita saat Ayahnya bersama-sama dengan Dia pada saat air laut meting

Hal ini disampaikan oleh Keluarga Korban Tenggelam,Melkianus Delo saat Media konfirmasi di Puskesmas Kawango Hari, Rabu (16/3/22) pukul 19.04 Wita

Kronologis kejadian, Awal Kejadian,Menurut Keluarga Korban,Orang tua Korban Tenggelam, Welem Wonda Hakola, bersama dengan Anaknya pergi Kelaut untuk mencari ikan pada saat meting, saat ayah Korban asik mencari ikan, anak bermain sendirian di pasir tempat air laut pasang surut, saat itulah Korban terbawa arus, hingga ayahnya bersama ayah dan keluarga korban menggunakan sampan untuk mencari selama dua jam lebih, jenasah korban di temukan, hingga di angkat dan dibawa kekediamannya kampung Lolo Kawango Desa Kadaghu Tana Kecamatan Kodi Utara Kabupaten Sumba Barat Daya

Sampai di Kampung, masih sempat di larikan Kepuskesmas Kawango Hari, tetapi Nyawa Korban tetap tidak tertolong, akhirnya jenasah almarhum di angkat oleh keluarganya dan dibawa kembali ke kampung Lolo Kawango Desa Kadaghu Tana Kecamatan Kodi Utara

Tautan

Keadilan dan Kebenaran harus di Tegakkan

Tambolaka- Kodi Utara – Keluarga Korban bersama orang tua Korban Mengatakan bahwa sudah banyak orang yang datang untuk hendak mediasi Masalah tersebut secara kekeluargaan tetapi mereka tidak mau karena masalah ini sudah di tangani oleh pihak penegak Hukum, dan sudah di proses oleh Polres SBD lewat Satuan Reskrim, dan saat ini dalam Tahap Penyidikan,dan keluarga serta Korban juga mengakui bahwa baru kembali dari Polres SBD untuk Menyampaikan Keterangan lebih lanjut dibagian Satuan Reskrim

Hal ini di Sampaikan oleh Keluarga dan Orang tua Korban, Paulus Jaha serta Saksi Korban, Sabtu (12/3/22)

Lanjut keluarga , Kami berharap agar keadilan dan Kebenaran ditegakan agar kejahatan jangan terulang terjadi, hukum di tegakkan, hingga pelaku-pelaku Penganiayaan bisa secepatnya di proses sesuai prosedural aturan yang berlaku di NKRI , masih satu orang yang jadi buronan yang belum di amankan oleh polres SBD , sampai saat ini belum di tangkap , Kami berharap Kepada pihak Kepolisian secepatnya di amankan hingga kami bisa nyaman,jangan sampai ia melakukan hal yang sama, Ungkap Orang tua Korban Paulus Jaha Moda

Sementara itu, Saksi-saksi Korban Yosef Yingo Bani dan Marten Nanga Ngara, Mengatakan bahwa mereka melihat langsung Pelaku dan dua Orang Kawannya Berulang-ulang,mengelilingi lewat Jalur Jalan mulai dari Kalera sampai pada Kampung Bondo Tamu tempat Kejadian, serta dua orang Kawannya berboncengan terus menerus, berulang-ulang keliling Kampung, serta saat kejadian tersebut Dara yang membantu, menolong Pelaku untuk Melarikan diri menggunakan sepeda motor milik mereka, ujar Saksi Korban ,Kami melihat langsung bahwa aksi yang mereka lakukan itu secara berencana, Karena Dara yang membawa motor membonceng pelaku ia selalu mengikuti aba-aba, serta Kawannya secara terus menerus mengelilingi Jalan Kampung Kalera dan Jalan Bondo Tamu tempat kejadian tersebut

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres SBD Iptu Yohanes E.R. Bala, SE,Saat Media hubungi lewat Telphon selulernya,Sabtu (12/3/22), Mengatakan bahwa, satu orang tersangka yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO ) masih dalam Pencarian polisi sampai saat ini, Ungkap Kasat Reskrim Polres SBD

Lanjut Kasat Reskrim Polres SBD, Iptu .Yohanes E. R. Bala, SE, Ia juga Mengatakan bahwa kami tidak Desak Keluarga untuk bebaskan Dara, yang membawa motor membonceng pelaku, tetapi kami Menjelaskan kepada Keluarga korban, karena memang kejadian itu menurut tersangka yang potong itu, waktu Si Dara yang bawa motor mau balik itu menumpang sama-sama dengan Dia, mereka 3 Orang berboncengan, yang di tengah itu samapai sekarang ini yang Kita Sementara di cari, dengan Maksud supaya bisa tau jelas perannya mereka Masing-masing itu seperti apa, kemudian Niat dalam hal perbuatan Pidana seperti apa, supaya biar perbuatan atau peran Dia dalam hal membantu terkait dengan peristiwa itu bisa nampak secara jelas perbuatan itu, Ungkap Kasat Reskrim

Lanjutnya, setelah di tanya terkait kecocokan keterangan saksi korban apakah sudah sesuai dengan Keterangan dari Dara dan pelaku, Kasat menjelaskan

Kalau terkait dengan masalah keterangan Korban, masih perlu di Tambahkan oleh penyidik, sehingga nanti kalau butuh keterangan lebih jelas nanti hari senin sajalah datang di kantor biar lebih jelas nanti saya menjelaskan, terkait dengan Dara jika unsurnya tidak bisa terpenuhi, kemudian ada hal-hal yang masih kurang untuk Kita membuktikan perbuatan Dia itu yang harus Kita butuh untuk Kita lengkapi, tapi kalau macam yang pelaku yang potong itu kan sudah jelas perbuatan artinya Dia sudah melukai Korban, untuk lebih jelasnya nanti datang di kantor hari senin, karena lewat telepon kurang etis, Ujar Kasat Reskrim polres SBD